Ini Nama-nama Komisioner KPU-Bawaslu Petahana yang Kembali Mendaftar untuk Periode 2022-2027

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Sejumlah nama komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) petahana kembali mendaftarkan diri dalam seleksi calon anggota KPU-Bawaslu.

Nama-nama itu disebut akan mengikuti seleksi anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027.

Dilansir dari pemberitaan Kompas.id, di jajaran petahana KPU, ada Ketua KPU Ilham Saputra dan para komisioner yakni I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Viryan Azis dan Hasyim Asy'ari yang dikabarkan mendaftar seleksi calon anggota KPU 2022-2027.

Awak media mencoba mengonfirmasi kepada para petahana KPU tersebut, Jumat (12/11/2021).

Namun, hanya Viryan Azis dan I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi yang memastikan dirinya sudah mengumpulkan berkas pendafataran kepada panitia seleksi.

Sementara itu, Ilham Saputra belum memberikan jawaban dan Hasyim Asy'ari menyatakan belum dapat memberikan keterangan.

Komisioner petahana lainnya yakni Pramono Ubaid Tanthowi menyatakan dirinya masih menimbang apakah akan mendaftarkan diri kembali.

"Saya belum menyerahkan berkas. Saya masih berpikir-pikir apakah maju lagi atau tidak. Kalau maju lagi, mau daftar ke KPU atau Bawaslu. Semua masih dipertimbangkan," ujarnya lewat pesan singkat.

Kemudian, satu-satunya komisioner perempuan di KPU saat ini, Evi Novida Ginting Manik, memastikan dia tidak mendaftarkan diri lagi untuk seleksi calon anggota KPU 2022-2027.

"InsyaAllah saya tidak mendaftar lagi," kata Evi.

Di jajaran petahana Bawaslu, empat dari lima komisioner memastikan kembali mendaftar seleksi calon anggota KPU maupun Bawaslu 2022-2027.

Mereka yakni Ketua Bawaslu Abhan dan anggotanya, yakni Mochammad Afifuddin, Fritz Edward Siregar serta Rahmat Bagja.

Mereka berempat juga telah menyerahkan berkas pendaftaran.

Ketua Bawaslu Abhan mendaftarkan diri mengikuti sebagai calon anggota KPU periode 2022-2027.

Abhan menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia seleksi calon komisioner KPU dan anggota Bawaslu pada Jumat.

"Saya tadi sekitar jam 14.30 WIB mendaftar ke tim seleksi bakal calon anggota KPU RI," ujar Abhan saat dikonfirmasi.

Abhan lantas menjelaksan motivasinya mendaftar ke lembaga yang berbeda.

Menurutnya, pengalaman di Bawaslu bisa dipergunakan untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2024 yang kompleks.

"Pengalaman saya di Bawaslu semoga bisa berperan lebih dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2024 yang tentunya sangat kompleks," tambahnya.

Selain Abhan, anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin juga mengonfirmasi dirinya mendaftar seleksi calon anggota KPU.

"Iya. Doanya ya," katanya.

Afif mengatakan, motivasinya mendaftar kembali karena ingin Pemilu 2024 lebih baik.

Dia berharap semua pihak ke depannya bisa saling bekerjasama.

"Kan pengawas dan penyelenggara sangat dekat yang dikerjakan, dan kita pasti pingin Pemilu 2024 lebih baik dan menjadi bagian dari yang baik itu," ujarnya.

"Harapannya kita bisa saling bekerjasama dengan banyak pihak untuk pemilu yang kebih baik," tambah Afif.

Sementara itu, Fritz Edward Siregar dan Rahmat Bagja mendaftar untuk seleksi calon anggota Bawaslu 2022-2027.

Keduanya menyatakan masih banyak hal yang perlu diperkuat di Bawaslu. Utamanya untuk menghadapi Pemilu 2024.

Sebelumnya, Ketua Tim Seleksi Anggota KPU dan Bawaslu, Juri Ardiantoro mengatakan, saat ini secara total sudah ada 500 orang lebih yang mendaftar sebagai calon anggota KPU maupun Bawaslu.

Adapun, pendaftaran calon komisioner KPU dan anggota Bawaslu dibuka sampai 15 November.

Kemudian, sejak 10-16 November akan dilaksanakan penelitian administrasi dan hasil seleksi adminitrasi akan diumumkan pada 17 November 2021.

Selanjutnya pada 24 November akan dilakukan tes tertulis dan makalah, 25 November tes psikologi, 25-28 November penelitian makalah, 3 Desember pengumuman hasil seleksi tahap II.

Tahap berikutnya adalah tes psikologi lanjutan (dinamika kelompok) sejak 9-11 Desember 2021, tes kesehatan 26-30 Desember, wawancara anggota Bawaslu 26-27 Desember.

Lalu wawancara bakal calon anggota KPU pada 28-30 Desember dan 7 Januari nama-nama yang terpilih akan dikirim ke presiden selanjutnya diteruskan ke DPR untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). (kompas

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment