Sebut Benda Sensitif Istri Keponakannya Istimewa, Anggota DPRD Batubara Selingkuh?

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Anggota DPRD Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, berinisial DS, diisukan sedang terlibat perselingkuhan dengan istri keponakannya sendiri. Isu tersebut, kini sedang ramai menjadi pergunjingan publik.

Tidak hanya menjadi perbincangan mulut ke mulut, indikasi perbuatan asusila oknum pejabat publik itu juga sudah santer di media sosial. 

DS diduga berselingkuh dengan wanita berinisial LA, yang disebut-sebut merupakan istri keponakannya.

Kasus itu terkuak sejak LA tidak pulang ke rumah di Dusun Mekar Sari, Desa Tanjung Sri, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batubara. 

Namun setelah pulang, LA didatangi salah seorang yang memiliki hubungan keluarga dengannya, untuk menanyakan dugaan perselingkuhan.

Belum sempat menerima jawaban, LA keburu lari meninggalkan rumah dengan membawa anaknya. Namun apesnya, saat hendak keluar rumah ponsel milik LA terjatuh dan tertinggal di rumah tersebut.

Dari ponsel tersebut, terungkap adanya percakapan antara DS dengan LA melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA). Isi percakapan tersebut, semakin menguatkan sinyalemen adanya perselingkuhan DS dan LA.

Bahkan di dalam pesan singkat itu, DS dikabarkan mengirim pesan khusus kepada LA, yang menyebutkan 'keistimewaan' benda sensitif milik LA. Santernya isu perselingkuhan itu, membuat unsur pengurus partai politik yang dinaungi DS gerah.

Sekeretaris DPC PDIP Kabupaten Batubara, Jalasmar Sitinjak membenarkan merebaknya isu perselingkuhan DS dengan wanita yang berstatus istri orang berinisial LA. Hal itu dikarenakan sudah terpublikasi di media online.

Terkait kabar itu kata Jalasmar, pihaknya telah memanggil DS guna mengklarifikasi isu yang beredar. 

"Sudah kami panggil, DS mengaku ada hubungan dengan LA. Ya hubungan antara laki-laki dan perempuan LA. DS mengaku hubungan itu sudah lama," sebut Jalasmar.

Sejauh ini sambung Jalasmar, partai politik belum mengambil sikap, sebab ada kabar kalau kasus itu sudah dilaporkan ke pihak berwajib. 

"Namun saat ini masih diupayakan penyelesaian secara kekeluargaan, " ujar Jalasmar.

Sementara itu Ketua DPRD Batubara, Mhd Safi'i mengaku akan mengklarifikasi dugaan tersebut kepada yang bersangkutan. Sebab kata Safi'i sampai saat ini belum ada laporan resmi ke pihaknya. 

"Jika terbukti, maka secara kelembagaan kami akan mengenakan sanksi sesuai ketentuan," tegasnya. (sindo

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment