Dinkes DKI Nggak Tahu Harga Rapid Test Mahal Sehingga Boros Rp 1,19 M, Netizen: Emang Niat Markup

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengaku tidak tahu kalau harga rapid test itu ternyata mahal. Adapun harga yang dibeli Dinkes DKI ke PT TKM senilai Rp 227.272 persatuannya sebanyak 50 ribu pieces.

Akibatnya terjadi pemborosan anggaran mencapai Rp 1,19 miliar. Hal itu diketahui setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit pengelolaan anggaran yang dikerjakan Pemkot DKI Jakarta.

Pemborosan yang dikerjakan Dinkes DKI Jakarta menjadi sorotan khalayak publik di media sosial. Mereka beramai-ramai mengecam pembodohan yang dilakukan Pemkot DKI yang mencoba memanipulasi data pembelian rapot test.

Netizen dengan akun Twitter @P3nj3l4j4h_id mengkritisi informasi tersebut yang menduga pihak Dinkes DKI berusaha untuk mengelak terkait pemborosan anggaran yang dikerjakan. 

Akun itu juga menyebut kalau Dinkes DKI kerjanya memanfaatkan anggaran semaunya sendiri tanpa melakukan survei lapangan.

"Hallah mbeel!

Kalo ga tau harga kenapa ga survei harga pasar dlu, masih saja kalian ngeles setelh ketahuan pakai uang rakyat seenak perut kalian!

Woy kadrun pekok ini gerombolan yang  kalian puja2, masih percaya kalian mrk berpihak kpd kalian?? Otak tu dpakai buat mikir drun!!!" tulis akun @P3nj3l4j4h_id seperti dilihat pantausatu, Sabtu (7/8/2021).

Sejumlah warganet lainnya ikutan pula mengomentari pemborosan anggaran dalam membeli alat rapid test sampai kelebihan bayar segala.

"Inilah kego-blokan ya fatal yang telah dipilih 58jkt dan diterima oleh semua rakyat Jakarta, sehingga menjadi tontonan yang sangat memalukan. Penegak hukum ayo laksanakan tugasnya!!

DPRD Jkt anda punya hak interpelasi dan hak angket, kenapa diam!??" komen @BaliShaxxx.

"Banyak keanehan dalam pengelolaan anggaran di DKI dan @KPK_RI ga liat apa apa?? Lebih aneh lagi kan? Emang bener deh #KPKTakutAnies. Dulu gw pikir karena ada bajak laut di KPK jadi "dilindungi" oleh bajak laut. setelah bajak laut ga ada, ternyata sama aja #KPKTakutAnies," komen @kykyxxx.

"Aneh sih memang kelas propinsi ibu kota negara,dan jaman sudah serba digital bahkan untuk harga masih tidak tau cara cek brapa harganya.. mau gobloki orang tp orang yg mau digiblokin lebih pinter," komen @Fukusixxx.

"Gw aja kalo belanja di olshop, cari² perbandingan, mana harga yg paling murah atau harga² average setiap toko. Mosok sekelas balaikota, belanja asal²an kecuali emang niat mau markup," komen @h0me_xxx. (ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment