Sentil M Qodari, Abdul Mu'ti: Sebaiknya Masa Jabatan Presiden Cukup Maksimal Dua Periode

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Penolakan terhadap wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode terus berdatangan. Kali ini, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti yang menyuarakan penolakan tersebut.

"Sebaiknya masa jabatan presiden cukup maksimal dua periode. Indonesia memiliki sangat banyak sumber daya manusia yang mumpuni," ujar Abdul Mu'ti, Senin (21/6/2021).

Dia melanjutkan, pemimpin baru juga bisa lebih memberikan harapan dengan semangat dan gagasan pembaharuan yang progresif. 

"Masa jabatan lebih dari dua periode bisa mengarah kepada status quo dan kepemimpinan yang cenderung otoriter," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, dengan masa jabatan maksimal dua periode, juga dapat menumbuhkan desakralisasi kekuasaan. Dalam konteks kenegaraan, lanjut dia, masa jabatan maksimal dua periode akan meniscayakan kaderisasi kepemimpinan nasional dan penyelenggaraan negara yang lebih berbasis kepada sistem ketatanegaraan yang kuat.

"Bukan pada perseorangan atau sekelompok orang yang merupakan lingkaran kekuasaan," pungkasnya.

Seperti diketahui, M Qodari gencar mewacanakan isu jabatan Presiden 3 Periode. Qodari juga mengkampanyekan pasangan Jokowi dan Prabowo untuk Pilpres 2024.

Qodari yakin Jokowi akan maju lagi di Pilpres 2024 jika UUD 1945 diubah.

Direktur Eksekutif Indo Barometer itu terlebih dahulu memuji-muji Jokowi lalu menjatuhkannya atas nama konstitusi.

"Ya, beliau bicara normatif saja karena amendemen UUD 1945 kan hanya menyatakan dua periode. Kalau nanti bisa diubah tiga periode, saya kira Pak Jokowi tidak bisa menolak apalagi kalau partai politik, seperti PDIP, yang meminta beliau maju. Pada 2024 ini, lebih aman dan pasti Jokowi yang maju daripada kombinasi yang lain," kata M Qodari seperti dikutip laman Republika.co.id, Sabtu (19/6). (sindo/ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment