PP Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Jokowi Jangan Tergoda Tiga Periode

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto menyebutkan wacana mengubah jabatan presiden menjadi tiga periode sebagai sesuatu yang setengah serius.

"Serius karena meskipun hari ini hal itu tidak sesuai konstitusi, namun tetap dimungkinkan konstitusi berubah. Tidak serius, karena di era demokrasi modern siapapun berhak berpendapat dan mewacanakan sesuatu, jadi ya biasa saja," ujar Sunanto, Jumat (25/6/2021).

Sebagai seseorang yang pernah bergulat di dunia kepemiluan, dirinya melihat wacana tiga periode dalam perspektif pendidikan politik. "Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa bangsa kita hari ini defisit negarawan, Jokowi akan menjadi negarawan jika tetap memegang teguh sikapnya untuk cukup dua periode saja. Jika itu mampu dilakukan, sesungguhnya pak Jokowi sedang juga memberikan pendidikan politik yang baik," tambahnya.

Sebagaimana diketahui beberapa waktu terakhir isu tiga periode mengemuka yang digaungkan oleh M Qodari.

Sejumlah warganet menggeruduk Pengamat Politik M Qodari. Warganet menyayangkan M Qodari membuat isu jabatan presiden 3 periode yang ditujukan buat Jokowi. 

Netizen lantas ramai-ramai mengumandangkan tagar (tanda pagar) #TangkapQodari di media sosial.

"Mengacak acak Konstitusi Negara demi banyak periode adalah makar yang sesungguhnya. Sejatinya mereka bukan negarawan tapi bangsatwan...!!
#TangkapQodari 
#TangkapQodari," tulis akun Twitter @Anonymous_2024, Minggu (20/6/2021).


"Tangkap M. Qodary !!!
#TangkapQodari 

1. Telah Makar Terhadap UUD 45 Pasal 7 Tentang Masa Jabatan Presiden & Wapres

2. Membuat Persepsi dan Penghianatan Terhadap Amanat Reformasi Indonesia

3. Membuat Kegaduhan dimasa Pademi dan Krisis yg sdg berlangsung!

#TangkapQodari," tulis @f_fathur.


Selain itu M Qodari juga mengkampanyekan pasangan Jokowi dan Prabowo untuk Pilpres 2024.

Qodari yakin Jokowi akan maju lagi di Pilpres 2024 jika UUD 1945 diubah.

Direktur Eksekutif Indo Barometer itu terlebih dahulu memuji-muji Jokowi lalu menjatuhkannya atas nama konstitusi.

"Ya, beliau bicara normatif saja karena amendemen UUD 1945 kan hanya menyatakan dua periode. Kalau nanti bisa diubah tiga periode, saya kira Pak Jokowi tidak bisa menolak apalagi kalau partai politik, seperti PDIP, yang meminta beliau maju. Pada 2024 ini, lebih aman dan pasti Jokowi yang maju daripada kombinasi yang lain," kata M Qodari seperti dikutip laman Republika.co.id, Sabtu (19/6).

Lebih jauh, M Qodari juga menyinggung partai asuhan Megawati yang terus mengojok-ojok supaya Jokowi maju kembali di 2024. (sindo/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment