Netizen Pertentangkan Tayangan Film Nussa Rara yang Berpakaian Ala Taliban: Promosi yang merusak!

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Film Nussa Rara mendapat pertentangan dan perlawanan dari masyarakat. Film Nussa Rara menggunakan pakaian ala khas Taliban di Afghanistan. Film Nussa Rara disebut-sebut cabang khilafah.

Demikian yang diungkapkan salah satu pegiat media sosial (medsos) Twitter dengan nama akun @eko_kuntadhi dalam cuitannya.

Akun itupun menentang keras promosi kartun Nussa Rara lantaran membawa misi merusak. Dirinya tidak ingin Indonesia bagian dari organisasi teroris Taliban.

"Apakah ini foto anak Indonesia? Bukan. Pakaian lelaki sangat khas Taliban. Anak Afganistan.

Tapi film Nusa Rara mau dipromosikan ke seluruh dunia. Agar dunia mengira, Indonesia adalah cabang khilafah. Atau bagian dari kekuasaan Taliban.

Promosi yg merusak!" tulis akun @eko_kuntadhi seperti dilihat pantausatu, Sabtu (19/6/2021).

Tak berhenti di akun @eko_kuntadhi, sejumlah netizen juga menyuarakan hal yang sama menentang keberadaan kartun Nussa Rara yang membawa misi propaganda radikal.

"Film itu sebagai duta bangsa. Bila film mencerminkan budaya Nusantara berati ada krisis budaya atau jati diri bangsa Indonesia. Budaya telah tergantikan dengan budaya asing dari Arab. Bila alat media dikuasai oleh orang orang yang merubah haluan negara Indonesia akan membahayakan," komen @yudixxz.

Pegiat medsos lainnya Denny Siregar juga tidak sudi tayangan kartun Nussa Rara beredar apalagi menontonnya.

Dirinya bahkan menantang Felix Siauw selaku pengelola kartun Nussa Rara menyanyikan lagu Indonesia raya.

Jika Felix Siauw mampu menyanyikan lagu resmi bangsa Indonesia, Denny Siregar akan menontonnya meskipun hanya sedikit.

"Suruh dia nyanyi Indonesia Raya dulu, baru gua mau dengerin dikit.. ☺️," kata Denny Siregar di akun Twitternya, Minggu (20/6/2021).

Mempermasalahkan kartun Nussa Rara yang notabene berafiliasi ke organisasi teroris HTI, Denny Siregar mengatakan dirinya dicap fitnah oleh mereka pendukung radikal. (ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment