Mau Merusak dan Mengacak-acak Konstitusi Jabatan Presiden 3 Periode, Netizen Melawan dengan Kerek Tagar #TangkapQodari

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Berdasarkan konstitusi, masa jabatan Presiden dibatasi cukup 2 periode. Hal itu sesuai dengan amanat reformasi yang melengserkan Soeharto yang berkuasa tanpa batas kala itu. Namun M Qodari malah mengkampanyekan mau merusak dan mengacak-acak amanat reformasi itu.

Dilansir dari laman republika.co.id, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan UUD 1945 bisa diubah jabatan presiden lebih dari 2 periode. Hal itu Dia katakan sambil sebut Presiden Jokowi.

"Ya, beliau bicara normatif saja karena amandemen UUD 1945 kan hanya menyatakan dua periode. Kalau nanti bisa diubah tiga periode, saya kira Pak Jokowi tidak bisa menolak apalagi kalau partai politik, seperti PDIP, yang meminta beliau maju. Pada 2024 ini, lebih aman dan pasti Jokowi yang maju daripada kombinasi yang lain," ucap M Qodari yang dilansir republika.co.id, Sabtu (19/6/2021).

Diluaran, sejumlah netizen menanggapi pernyataan M Qodari itu. Para netizen secara keras menolak omongan M Qodari yang mengkampanyekan dan ingin merusak tatanan bernegara dimana dengan cara mau ubah konstitusi jabatan presiden sesuai seleranya.

Dari situ, munculah perlawanan para netizen sehingga membuat tanda pagar (Tagar) #TangkapQodari di media sosial.

"Mengacak acak Konstitusi Negara demi banyak periode adalah makar yang sesungguhnya. Sejatinya mereka bukan negarawan tapi bangsatwan...!!
#TangkapQodari 
#TangkapQodari," tulis akun Twitter @Anonymous_2024, seperti dilihat pantausatu, Minggu (20/6/2021).

"Hama demokrasi yang minta 3 periode ini jika dibiarkan maka akan dianggap suara rakyat padahal proyek buzzerp & kakak pembina
Satu kata, LAWAN!!!
Kawal UUD 45 dari amandemen para penyembah jokowi & penghianat reformasi.. #TangkapQodari," tulis @ekowboy2.

"Tangkap M. Qodary !!!
#TangkapQodari 
1. Telah Makar Terhadap UUD 45 Pasal 7 Tentang Masa Jabatan Presiden & Wapres
2. Membuat Persepsi dan Penghianatan Terhadap Amanat Reformasi Indonesia
3. Membuat Kegaduhan dimasa Pademi dan Krisis yg sdg berlangsung!
#TangkapQodari," tulis @f_fathur.

Perlu diketahui sebelumnya, staf khusus Presiden bidang Komunikasi Fadjroel Rachman secara tegas menyatakan Jokowi menolak wacana munculnya masa jabatan tiga periode.

"Mengingatkan kembali, Presiden Jokowi tegak lurus konstitusi UUD 1945 dan setia terhadap reformasi 1998. Presiden Jokowi menolak wacana presiden 3 periode. Ada yang ngomong Presiden 3 periode itu ingin cari muka," ucap Fadjroel Rachman mengutip pernyataan Jokowi ketika itu. (ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment