Ketua KPK Firli Sering Nongol di di TV Jelaskan Soal TWK, Asfinawati Kok Malah Ngomel-ngomel

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Ketua KPK Firli Bahuri sering nongol di TV untuk menjelaskan tentang tes wawasan kebangsaan (TWK) itu seperti apa dan bagaimana. Aktivis Asfinawati malah ngomel-ngomel ke Firli Bahuri.

Asfinawati yang juga salah satu kuasa hukum 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK meradang akan sikap Ketua KPK,  Firli Bahuri yang lebih memilih memberikan klarifikasi di acara TV ketimbang memenuhi undangan Komnas HAM.

Asfinawati merasa tidak direspon Firli soal undangan Komnas HAM lalu mencak-mencak dengan menyebut kalau Firli tidak berani bohong bila menghadapi Komnas HAM

"Itu kan menunjukkan dia (Firli) mau narasinya keluar tapi tidak diperiksa di dalam mekanisme sesuai Undang-undang, karena di dalam mekanisme Undang Undang di Komnas HAM, dia (Firli) tidak bisa bohong ya dan kalau bohong itu ada yang serius lagi kan," kata Asfinawati, seperti yang dilansir suara.com, Jumat (18/6/2021).

Kemudian Asfinawati menuding Firli tidak ada niatan baik untuk menjelaskan tentang 75 orang yang tidak lolos TWK.

"Ketidak hadiran ini menunjukkan itikad buruk, itikad buruk tidak mau diminta keterangannya untuk menjelaskan indikasi adanya pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap 75 pegawai KPK," jelas Asfinawati.

Sikap tak mau menemui Komnas HAM, lanjut Asfinawati, menyimpulkan bahwa Firli telah menentang Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999, yang menyebutkan, 'Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain, moral, etika, dan tata tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.'

"Dan saya pikir ketidak hadiran itu selain secara subtansial itu adalah itikad buruk, secara Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999,  karena yang diundang satu-satu untuk mengecek kolektif kolegial misalnya, atau yang lain itu,  berarti tindakan yang menentang Undang-undang.  J adi Undang Nomor 39 Tahun 1999, itu Undang-undang yang penting dan orang yang tidak menghadiri panggilan berdasarkan Undang-undang, berarti menentang Undang-undang," tegasnya.

Diketahui, dalam beberapa waktu terakhir ini Ketua KPK,  Firli Bahuri tampil di beberapa program televisi di tengah polemik penonaktifan 75 pegawai KPK yang terus bergulir. 

Pertama, Firli hadir di program yang dipandu oleh jurnalis senior Andy F Noya di Metro TV, dan program yang dipandu Aiman Witjaksono di Kompas TV. 

Perlu diketahui juga, Komnas HAM saat ini menjadi sorotan publik terutama netizen dalam menyikapi beberapa kasus. Para netizen menyebut Komnas HAM hanya memilih kasus sesuai selera.

Menurut publik, persoalan TWK terus menjadi persoalan serius bagi Komnas HAM padahal tidak ada yang melanggar.(suara/ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment