DKI Jakarta Catat Rekor Kasus Covid-19, Publik Sentil Anies Baswedan Soal Anggaran Besar

Post a Comment


PANTAUSATU.id - DKI Jakarta mencatatkan rekor kasus COVID-19-19 harian. Dinas Kesehatan DKI melaporkan, terdapat 9.394 kasus baru Covid-19 pada hari Minggu ini, (27/6/2021).

"Sebanyak 23.043 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 9.394 positif," ucap Dwi Oktaviani selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam keterangan persnya.

Terkait hal itu, para netizen menyentil anggaran besar yang digunakan Gubernur Anies dalam menangani kasus Covid-19. Seperti yang dilontarkan akun Twitter @yusuf_dumdum. 

Akun itu mempertanyakan kinerja Gubernur Anies Baswedan dalam penanganan kasus Covid-19 dengan anggaran cukup besar tapi justru memecahkan rekor kasus baru harian.

Anggaran penanganan covid paling besar se-Indonesia, tapi DKI selalu terdepan Pecahkan Rekor kasus covid! 🤦‍♂️," tulis akun @yusuf_dumdum, seperti dilihat pantausatu, Sabtu (26/6/2021).

Sejumlah netizen turut pula mengomentari kasus yang kian menggila di DKI Jakarta yang saat ini dipimpin Anies Baswedan dengan dana yang begitu besar.

"Tdk sebanding biaya dg hasil ahir mungkin tdk serius fokus menangani pandemi," tulis @muhammaxxx.

"Dan untuk membuka tempat isolasi pun masih minta donasi masyarakat," tulis @harya_xxx.

"Ya begitulah kalau covid sebagai senjata berpolitik ..ngurusnya gak sepenuh hati ..," tulis @Malikixxx.

Anggaran Hampir Rp2 Triliun untuk Covid-19

Diketahui, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan (BPKD) Edi Sumantri menerangkan pihaknya telah mengalokasikan anggaran belanja tidak terduga atau BTT pada APBD DKI 2021 sebesar Rp1,946 triliun untuk penanganan Covid-19 pada tahun ini.

“Pemprov DKI Jakarta tetap mengalokasikan anggaran BTT tahun 2021 yakni sebesar Rp2,133 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak Rp1,946 telah dialokasikan untuk penanganan Covid-19,” kata Edi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Nasrudin Djoko Surjono turut menegaskan fokus pelaksanaan anggaran pada APBD 2021 adalah terkait dengan penanggulangan Covid-19 dan pencapaian target RPJMD Provinsi DKI Jakarta.

"Saya tegaskan bahwa sesuai dengan arahan Bapak Gubernur, prioritas utama di DKI Jakarta adalah keselamatan, keselamatan, dan keselamatan. Sehingga, pada APBD 2021 ini pun tetap kami fokuskan pada penanganan Covid-19,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menanti dana bagi hasil atau DBH sebesar Rp2,6 triliun dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang direncanakan cair pada akhir Juni 2021. Penantian itu seiring dengan seretnya postur pendapatan Ibu Kota hingga akhir triwulan kedua tahun ini.

“Mudah-mudahan akhir bulan ini akan cair Rp2,6 triliun sehingga kita bisa nafas lagi, terus terang saya sampaikan kalau tidak keluar Rp2,6 triliun kita agak repot untuk membayar kewajiban saja,” kata Edi saat menghadiri rapat di Komisi Keuangan DPRD DKI Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Adapun, nilai DBH Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari Kementerian Keuangan mencapai Rp12,9 triliun pada tahun ini. 

Pada kuartal pertama, Kementerian Keuangan telah menyalurkan DBH sebesar Rp5,1 triliun dari pelunasan piutang tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun dan pencairan tahap pertama tahun 2021 sebesar Rp2,5 triliun. (ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment