Konflik Israel Palestina Memanas, Rangga Sasana Sunda Empire Sarankan Ini

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Petinggi Sunda Empire, Ki Ageng Rangga Sasana ikut mengomentari polemik Israel Palestina yang semakin panas belakangan ini. Dia mengklaim punya solusi untuk mendamaikan keduanya.

Sebut Israel dan Palestina sebenarnya bersaudara, Rangga Sasana menyarankan dibentuk empat united nations untuk memetakan wilayah dunia kembali. Dengan begitu, dia mengklaim konflik Israel Palestina bisa diatasi.

Pernyataan yang membuat Deddy Corbuzier, Tretan Muslim, dan Coki Pardede 'geleng-geleng' tersebut dipaparkan saat berbincang. Videonya dibagikan melalui saluran YouTube Deddy Corbuzier dengan judul "CHUAAXZSUNDA EMPIRE VS TITAN VS PEMUDA TERSESAT BAN9SAT LUCU BGT".

Rangga Sasana mengawali pemaparannya dengan menegaskan bahwa konflik antara Palestina dengan Israel bukan perang agama.

"Kita bisa carikan solusi. Berkaitan dengan Palestina dan Israel bukan sama sekali perang agama. Ini penyelesaiannya, ini bersaudara, dan perebutan tanah air, kedaulatan," terang Rangga Sasana.

Rangga Sasana lantas mengatakan bahwa konflik antara Palestina dengan Israel harus segera diselesaikan.

Dia menyinggung mandat PBB dan pembentukan empat united nations yang mewakili empat bagian wilayah di bumi.

Adapun empat united nations yang disebut oleh Rangga Sasana tersebut antara lain Eropa, Amerika, Asia Tenggara, dan Pasifik.

"Mereka harus diselesaikan. Sgeera dalam ekuatan UN/PBB bahwa memberikan mandat, bahwa pergerakan atas mandat yang dibagi 4 unsur. Solusinya ketetapan itu dunia harus setara bahwa pergerakan ke depan dibagi unsur United Nations of Amerika, Eropa, Southeast Asia, dan Pacific," tukasnya.

Rangga Sasana menambahkan, Israel dan Palestina kemudian bisa dimasukan ke United Nations Eropa. Meski dibantah Coki Pardede bahwa keduanya adalah Timur Tengah, tetapi ia tetap mengelak.

"United Nations of Eropa, jadikan mereka bagian state yang sama akhirnya punya satu tanah yang clear. Palestina dan Israel harus segera diselesaikan masuk ke United Nations of Eropa," tegasnya.

Kekinian, setelah gerilyawan Palestina menggempur wilayah Israel Selatan dengan mortir dan roket, negeri Zionis Yahudi itu kembali menutup perbatasan utama ke Gaza.

Penutupan akses ini dilakukan Israel lantaran serangan gerilyawan menyebabkan kerusakan dan membunuh seorang pekerja pertanian asal Thailand serta melukai 10 warga Israel.

Sebelumnya, Israel telah membuka penyeberangan Kerem Shalom untuk memungkinkan bantuan masuk ke Gaza. Penyeberangan telah dibuka untuk memungkinkan masuknya truk bantuan dari Yordania. Konvoi terpisah juga masuk melalui Mesir.

Namun, seiring kian memanasnya perang antara Israel dan Hamas, kemudian massifnya serangan dari gerilyawan di Gaza, maka akses ke perbatasan kembali ditutup.

Bahkan PBB menyambut baik keputusan tersebut, tetapi juga mendesak Israel untuk membuka penyeberangan utama Erez, sehingga pekerja kemanusiaan, serta pasokan, dapat masuk. (suara/ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment