Elektabilitas PKB Masuk 3 Besar, Cak Imin: Karena Kami Selalu Hadir

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai ada tiga faktor yang membuat elektabilitas partainya masuk tiga besar berdasarkan hasil survei Puspoll.

Muhaimin mengatakan, faktor pertama yang menyebabkan elektabilitas PKB tinggi adalah kehadiran PKB di tengah-tengah masyarakat.

"Kenapa PKB cepat unggul, pertama karena PKB selalu hadir, di manapun. Kita senantiasa hadir di tengah kesulitan masyarakat. Karena itu berbagi, peduli dengan sekitar harus kita pertahankan, di-manage dengan baik," kata Muhaimin dalam ketarangan tertulis, Senin (24/5/2021).

Wakil Ketua DPR itu pun menyebut, partainya terus memperjuangkan kepentingan masyarakat baik di parlemen maupun eksekutif.

Faktor kedua, kata Muhaimin, PKB konsisten mengawal aspirasi rakyat antara lain memperjuangkan Undang-Undang Pesantren dan Undang-Undang Desa.

Faktor ketiga, menurut Muhaimin, PKB memiliki struktur yang mengakar, dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat ranting.

"Tiang kekuatan partai itu ada di struktur. Kalau PKB kuat, pasti strukturnya kuat," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu.

Muhaimin pun menyambut baik hasil survei tersebut dan berharap agar partainya dapat menggeser posisi PDI-P dan Gerindra yang saat ini memiliki elektabilitas tertinggi.

"Tentu saja ini naik signifikan, alhamdulillah bisa menggeser Golkar, dan bukan tidak mungkin bisa menggeser Gerindra dan PDIP," ujar Muhaimin.

Diberitakan sebelumnya, hasil survei Puspoll Indonesia menunjukkan PKB memiliki elektabilitas sebesar 9,2 persen, di bawah PDI-P (22,3 persen) dan Partai Gerindra (13,4 persen).

Di bawah PKB terdapat Partai Golkar (8,4 persen), PKS (7,4 persen), Partai Demokrat (5,3 persen), Nasdem (4,3 persen), PPP (2,8 persen), dan PAN (1,8 persen).

Pengumpulan data survei Puspoll Indonesia dilakukan pada 20 hingga 29 April 2021 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur di 34 provinsi.

Sampel survei dipilih secara acak dengan metode penarikan sampel acak bertingkat dengan jumlah sampel sebanyak 1.600 responden dan margin of error 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (kompas/ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment