Wacana Muktamar Luar Biasa PKB Bisa Terus Menggelinding

Post a comment


PANTAUSATU.id - Wacana Muktamar Luar Biasa (MLB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang muncul belakangan ini dinilai bisa terus menggelinding. Sebanyak 22 kabupaten atau kota diklaim setuju dilaksanakannya MLB PKB.

Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam menilai munculnya gerakan ingin menggoyang kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di PKB yang diinisiasi oleh 22 daerah itu tentu bisa dibaca sebagai dinamika politik di internal PKB.

"Dinamika politik demikian jika tidak terakomodasi dan terus menggelinding menjadi besar tentu potensi akan mengarah pada wacana Muktamar Luar Biasa," kata Arif Nurul Imam, Sabtu (17/4/2021).

Apalagi, kata Arif, jika ada kelompok kepentingan politik tertentu dari eksternal maupun internal yang berkepentingan.

"Sehingga ikut menunggangi isu muktamar luar biasa di PKB," pungkasnya.

Diketahui, para kader pengusul MLB menilai PKB di bawah Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sering melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Muktamar Bali 2019.

Sementara itu, wacana MLB PKB itu sampai ke telinga Putri Presiden RI Keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau akrab dipanggil Yenny Wahid. 

"Mbak Yenny sudah mendengar berita-berita menyangkut dinamika internal PKB pasca dilangsungkannya Muscab serentak Tahun 2021 yang menimbulkan ketidakpuasan pengurus daerah. Dalam pandangan kami, PKB dibawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar semakin menunjukkan watak oligarkis dan nepotisme yang tidak sehat bagi pengembangan demokrasi," ujar Juru Bicara Yenny Wahid, Imron Rosyadi Hamid.

Pihaknya pun mengetuk mengetuk kesadaran semua pihak termasuk internal DPP PKB, bahkan para sesepuh agar mengingatkan Muhaimin Iskandar dan lingkaran elitenya untuk kembali kepada sejarah awal berdirinya partai. 

"Termasuk sejarah masa lalu Cak Imin dalam memperlakukan Gus Dur dalam konflik PKB yang masih terus diingat warga NU," katanya.

Dia menjelaskan, Gus Dur tidak sekadar pendiri PKB, tetapi juga cucu Hadratus Syech Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama yang seharusnya tidak diperlakukan seperti itu. 

"Kami khawatir, diamnya para sesepuh akan dianggap sebagai upaya perlindungan kepada Cak Imin yang memiliki sejarah kelam terhadap Gus Dur sehingga berdampak pada penilaian negatif kalangan akar rumput terhadap para sesepuh. Kesadaran kolektif diperlukan agar proses demokrasi di PKB kembali bisa berjalan normal," pungkasnya. (sindo/ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment