Walikota Bima Arya Siap Melaju ke Pilgub DKI Jakarta, Pengamat: Lawannya Berat-berat

Post a comment


PANTAUSATU.id
- Siapa saja tokoh yang bakal bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta mendatang masih belum jelas. 

Namun, sejumlah tokoh belakangan ini sudah diisukan bakal menjadi calon gubernur ataupun wakil gubernur DKI Jakarta. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mulai "unjuk gigi".

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto adalah salah satu tokoh yang disebut-sebut berpeluang maju pada Pilgub DKI Jakarta. 

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku siap menjadi kandidat jika dikehendaki partainya.

"Ya, DPP menyampaikan ke saya, bahwa harus siap-siap. Sebagai kader ya semua harus siap," kata Bima kepada MNC Portal Indonesia, Jumat 5 Maret 2021.

DPP PAN pun mengaku mempunyai kader-kader yang siap ditunjuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta mendatang, salah satunya adalah Bima Arya. 

Lalu, siapa Bima Arya?

Sebelum masuk PAN, Bima Arya adalah seorang pengamat politik. Mantan Dosen Fisip Universitas Parahyangan dan Dosen Universitas Paramadina itu pernah menjadi direktur eksekutif lembaga Charta Politica.

Bima juga tercatat pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2009 silam.

Peluang Bima Arya  

Kemudian, bagaimana peluang Bima Arya untuk Pilkada DKI Jakarta mendatang?

“Agak berat. Karena Jakarta bukan arena permainannya. Dan lawan politik di Jakarta berat-berat,” ujang Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, Rabu (10/3/2021).

Ujang melihat sejumlah tokoh bakal kandidat Pilkada DKI Jakarta mendatang masih ancang-ancang untuk saat ini. 

“Pasang kuda-kuda, dan masih terbar pesona masing-masing. Masih memacu dan memicu kinerja masing-masing dengan jabatannya saat ini,” ujar Ujang.

Seperti diketahui, meskipun agenda Pilkada DKI Jakarta digelar pada 2024, namun sejumlah nama yang dinilai berpotensi maju pada perhelatan itu sudah bermunculan. 

Selain petahana Anies Baswedan, ada Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming.

Sementara itu, pengamat politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam memiliki pendapat berbeda. Arif menilai Bima Arya punya potensi untuk Pilkada DKI Jakarta mendatang.

Alasannya, Arif mengatakan bahwa selain sebagai politikus, tapi Bima Arya juga sudah pengalaman sebagai kepala daerah.

“Namun elektabilitasnya masih jauh dari untuk memiliki peluang menang. Butuh kerja politik yang intens jika mau berlaga dalam Pilkada Jakarta,” kata Arif.

Sehingga, Arif menilai elektabilitas Bima Arya perlu ditingkatkan jika ingin menjadi kandidat Pilkada DKI Jakarta mendatang. 

“Saya kira yang perlu dilakukan menaikkan elektabilitas sehingga gampang ‘dijual’ PAN ke Parpol lain. Ini karena elektabilitas Bima Arya masih kecil,”kata Arif. (ndo/ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment