PKS Mau Rusak Demokrasi dengan Wacanakan 3 Periode Presiden, Netizen: Musuh dalam Selimut

Post a Comment


PANTAUSATU.id - Isu masa jabatan 3 periode terus digulirkan partai yang berada diluar pemerintahan Jokowi. Seperti yang disuarakan PKS.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mau merusak demokrasi dengan terus menggoreng isu wacana masa jabatan Presiden ditambah 3 periode.

"Wacana tiga periode perlu segera ditegaskan Pak @jokowi bahwa tidak akan ada tiga periode. Merupakan ide yang berbahaya, khawatir hal tsb justru akan menjadi tirani bagi masyarakat. Apalagi ada cerita KLB Demokrat," kata Mardani Ali Sera di medsos Twitternya, Minggu (14/3/2021).

Akun @Penyuka_ombak mengomentari wacana yang disuarakan PKS tersebut. Akun itu menjelaskan bahwa Jokowi secara tegas menolak masa jabatan 3 periode. Menurutnya, wacana itu adalah musuh dalam selimut.

"Pak Presiden Jokowi itu sudah tegas menolak utk jabatan 3 periode.dan itu sangat baik utk demokrasi. Jadu DPR atau siapa saja yg mengusulkan agar jabatan Presiden bisa 3 periode adalah musuh dlm selimut. Jgn rusak citra Presiden Jokowi," tulis @Penyuka_ombak seperti dilihat pantausatu, Sabtu (13/3/2021).

Sejumlah warganet lainnya ikut pula menanggapi isu gila dari Politisi PKS tersebut.

Netizen @kuntring mengatakan pengalaman masa lalu adalah bukti demokrasi yang tak cocok diterapkan, seperti Soekarno dan Soeharto.

"Setuju, kita belajar berdemokrasi secara konsisten. Kita sudah berpengalaman dgn Presiden diangkat seumur hidup ( Bpk Soekarno), diangkat berkali kali ( Bpk Soeharto) dan kita bisa lihat hasilnya. Skrg menurutku ini yg terbaik untuk saat ini," komen @kuntring***.

Netizen lain @Sumanat*** menyebut tidak setuju penambahan masa jabatan 3 periode.

"Dengan pembatasan jabatan Presiden dan Wakil Presiden maka kita berharap Presiden terpilih bisa bekerja maksimal untk kemajuan dan kesejahteraan Bangsanya. Rahayu🙏," komen @Sumanat***.

Netizen lainnya @emira*** mengungkapkan lebih setuju jabatan Presiden 2 periode.

"Yup Setuju Mas 👍 cukup 2 periode ikuti peraturan yg sdh ada," tulis @emira***. (ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment