Walikota Pariaman Menolak SKB 3 Menteri, Warganet: Pecat Kepala Daerah Model Begini

Post a Comment
Genius Umar

PANTAUSATU.id - Omongan Walikota Pariaman, Sumatera barat, Genius Umar yang menentang aturan SKB 3 Menteri mendapat respon warganet. Akun @Pencerah__ mengkritik pernyataan Walikota Pariaman tersebut.

"Ada yang berani melawan dengan keputusan pemerintah pusat nih," tulis @Pencerah__, Selasa (16/2/2021).

Sejumlah netizen lain merespon omongan Pemkot Pariaman itu di kolom reply @Pencerah__ yang meminta Pemerintah pusat untuk memecatnya.

"pecat walikota pariaman, jadi raja kecil di daerah, buat aturan sendiri," tulis @gunoto7.

"Efek otonomi daerah menciptakan raja2 kecil yg mulai kurang ajar!! Pecat kepala daerah model begini," tulis @SMurtioso.

"Walikota yang menentang keputusan pemerintah pusat sebaiknya segera dipecat," tulis @fajaralam9.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menolak menerapkan SKB 3 Menteri tentang aturan seragam sekolah. 

Pemkot Pariaman masih mewajibkan siswa muslim menggunakan busana muslim saat sekolah. Sedangkan, untuk non-muslim menyesuaikan. 

Diketahui, Pemerintah sendiri resmi tidak memperbolehkan pemerintah daerah (Pemda) dan sekolah negeri mewajibkan atau melarang muridnya mengenakan seragam beratribut agama. 

Aturan tersebut tercantum dalam SKB 3 Menteri tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. 

SKB itu ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 

Keputusan bersama kelima, huruf d dalam SKB 3 Menteri mencantumkan sanksi bahwa bagi sekolah yang tidak melaksanakan SKB 3 Menteri ini akan dikenakan sanksi dari Kemendikbud terkait bantuan dana operasional sekolah (BOS) dan bantuan pemerintah lainnya. (kom/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment