Trending Topik, Publik Kumandangkan Tagar #PublikasikanPendanaFPITeroris

Post a comment
Ilustrasi rekening

PANTAUSATU.id - Terpantau, Senin (15/1/2021), publik mengumandangkan tanda pagar (tagar) #PublikasikanPendanaFPITeroris di media sosial (Medsos). Tagar tersebut menjadi viral dan menempati posisi pertama trending topik twitter. 

Akun @Joenta*** meminta kepada PPATK segera bongkar siapa saja dana yang masuk ke ormas terlarang FPI biar semua menjadi tahu.

"Tolong disegerakan PPATK ttg #PublikasikanPendanaFPITeroris... Pak Polisi, bisa di usut aliran dana nya .  Jadi tau kita siapa perusak negeri ini ...." tulis @Joenta***

Akun @febriyan*** mengungkapkan sumber dana operasional harus disebutkan supaya masyarakat mendapatkan edukasi.

"Masyarakat jg harus diedukasi dari mana sumber-sumber dana pembiayaan operasional parpol2 di Indonesia! Sumbernya dr mana?aliran ke rekening siapa saja?jangan sampai pajak rakyat digunakan menghidupi hidup mewah elit parpol! #PublikasikanPendanaFPITeroris #StopJualanRadikalisme," tulis @febriyan***

Akun @yostanabe juga berharap pihak kepolisian bisa segera mempublikasikan darimana saja aliran pendanaan ormas terlarang FPI. 

"POLRI Harus Ungkapan Dan Publikasi Aliran Dana FPI. #PublikasikanPendanaFPITeroris," tulis @yostanabe***

Diketahui, ada dugaan pelanggaran hukum terkait transaksi keuangan di rekening ormas terlarang FPI, berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK). 

Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan, ada temuan dugaan pelanggaran hukum dalam transaksi keuangan di rekening-rekening tersebut.  

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan penyidik Polri, diketahui adanya beberapa rekening yang akan ditindaklanjuti penyidik Polri dengan proses pemblokiran karena adanya dugaan perbuatan melawan hukum,” ujar Dian, Minggu (31/1/2021). 

Namun, saat itu Dian tidak memaparkan lebih jauh soal dugaan pelanggaran hukum yang ditemukan dari hasil analisisis PPATK itu. 

Sementara, Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, pemilik 92 rekening itu terdiri dari pengurus pusat FPI, pengurus daerah FPI, dan beberapa individu yang terkait kegiatan FPI. 

Menurut Rusdi, analisis rekening yang dilakukan PPATK akan jadi masukan bagi penyidik untuk menentukan langkah selanjutnya. 

Penyidik terus mendalami soal dugaan tindak pidana terkait transaksi keuangan di 92 rekening tersebut. 

"Tentu hasil analisis PPATK jadi masukan bagi Bareskrim Polri, dan tentu Bareskrim akan menindaklanjuti, apakah ada tindak pidana yang berhubungan dengan aliran dana yang ada di FPI," kata Rusdi Hartono. (ps)

Reactions:
Pantausatu
Berita terkini dan indipenden

Related Posts

Post a comment