Tembus 3,567 Kasus Baru Covid-19, F-PAN DPRD DKI Dukung Lockdown Akhir Pekan Diterapkan di Jakarta

Post a Comment
Lukmanul Hakim PAN

PANTAUSATU.id - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Lukmanul Hakim menilai Pemprov DKI perlu menerapkan kebijakan lockdown akhir pekan untuk menekan penyebaran Covid-19. 

Menurut Lukman, lockdown akhir pekan adalah sebuah terobosan baru untuk mengendalikan angka kasus positif Covid-19 di Ibu Kota. 

"Mohon diperhatikan, kemarin saja ada 3.567 kasus positif baru di DKI sehingga totalnya sudah lebih dari 280.000 kasus. Enggak akan selesai, kalau begini-begini saja. Harus ada terobosan," kata Lukman dilansir dari Antara, Kamis (4/2/2021). 

Nantinya, apabila lockdown akhir pekan memang diterapkan, masyarakat diminta tidak keluar rumah kecuali memiliki urusan mendesak. 

Lockdown akhir pekan pun harus berjalan beriringan dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan pada Senin sampai Jumat. 

Baca juga: Jegeeer! Isu Pecah Kongsi Gerindra-Anies Terus Menyeruak Ditengah Pandemi Korona 

"PSBB harus tetap ada. Jadi di hari kerja, masyarakat dibatasi dengan PSBB, Sabutu-Minggu tambah diperketat lagi dengan lockdown akhir pekan," ujar Lukman. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan mengkaji opsi lockdown dalam penanganan Covid-19. 

"Nanti tentu DKI Jakarta akan melakukan kajian analisis, nanti Pak Gubernur juga memimpin rapat-rapat internal apakah usulan dari DPR RI (untuk lockdown) dimungkinkan," ujar Riza dalam keterangan suara, Selasa (2/2/2021). 

Riza mengamini pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) belum efektif menekan penyebaran Covid-19. 

Menurut Riza, masih banyak warga Jakarta yang beraktivitas di luar rumah pada akhir pekan. 

Aktivitas warga pada akhir pekan bukan hanya berpusat di pasar, melainkan juga pergi ke pusat perbelanjaan dan tempat-tempat rekreasi. 

Ada pula warga yang keluar rumah bahkan ke luar kota untuk mengunjungi sanak keluarga. 

Itulah sebabnya klaster keluarga menjadi klaser penularan Covid-19 tertinggi di DKI. 

"Memang faktanya di Sabtu-Minggu karena perkantoran tutup, banyak warga Jakarta yang melakukan aktivitas di luar rumah," katanya. (kom/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment