Survei Pilpres: Suara Pemilih Jokowi Beralih ke Ganjar Pranowo

Post a comment
Ganjar dan Jokowi

PANTAUSATU.id - Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkap, suara pemilih Presiden Joko Widodo beralih ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hal itu terlihat dalam survei elektabilitas pilihan calon presiden pada Januari 2021.

Dari basis pemilih Jokowi-Ma'ruf sebesar 55,5 persen, 22,8 persennya menyumbangkan dukungannya kepada Ganjar Pranowo. Sisanya 16,9 persen menjadi pemilih Prabowo Subianto.

"Kalau nama Pak Jokowi tidak dimasukan ke dalam simulasi maka suara pak Jokowi itu menjadi menyebar, belum ke satu calon tertentu kalau kita perhatikan. Tetapi paling banyak itu ke Pak Ganjar," ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat pemaparan survei secara daring, Senin (22/2).

Suara Jokowi yang beralih ke Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono hanya 7,2 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 8,4 persen, Kepala BIN Budi Gunawan 1,1 persen, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 2 persen, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa 6,5 persen, Ketua DPR Puan Maharani 1,6 persen, Gubernur Jabar Ridwan Kamil 9 persen, Menparekraf Sandiaga Uno 9,5 persen. Sisanya tak menjawab 15 persen.

Melihat catatan ini, Djayadi menilai peningkatan elektabilitas Ganjar tidak dilepaskan karena Jokowi tidak lagi bisa bertarung di Pilpres. Elektabilitas Ganjar ditopang pemilih Jokowi.

"Jadi kita bisa mengatakan peningkatan suara pak Ganjar itu antara lain karena ditopang oleh berpindahnya suaranya pak Jokowi ke kader PDIP yang lain ke Pak Ganjar," jelas Djayadi.

Sementara itu, jika melihat elektabilitas Prabowo, sebesar 44,2 persen pemilih Prabowo-Sandi di 2019 tetap tidak berpaling. Dari basis pemilih Prabowo-Sandi, ada juga suara yang beralih ke Anies sebesar 20,6 persen dan Sandiaga 13 persen.

LSI menggelar survei digelar 25-31 Januari 2021. Responden dipilih 1200 orang dengan metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error 2,9 persen kurang lebih pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka. (mdk/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment