Polisi Sebut 1 dari 19 Teroris Makassar Anak dari Pelaku Bom di Filipina 2019

Post a comment
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono 

PANTAUSATU.id - Sebanyak 19 teroris dari Makassar dan 7 dari Gorontalo telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan satu dari 19 teroris dari Makassar merupakan anak dari pelaku bom di Filipina pada 2019.

"Salah satu orang atau yang terlibat dalam kelompok ini adalah kita ketahui adalah Rullie Rian zekke dan Ulfa Handayani, ini pelaku pemboman Gereja Katedral Zulu, Filipina pada tahun 2019. Salah satu anaknya itu sekarang tertangkap dan masuk di antara 19 yang ada di Makassar," ujar Rusdi di Apron Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kamis (4/2/2021).

Rusdi mengatakan, Rullie dan Ulfa ini mempunyai 5 anak. Kelima anaknya itu diketahui terlibat dalam aksi terorisme.

"Eullie dan Ulfa ini memiliki 5 anak. 1 anak sekarang ditahan pihak keamanan Filipina karena terlihat aksi terorisme atas nama Cici. kemudian 2 bergabung dengan kelompok Abu Sayap di Filipina selatan. Kemudian 1 masih ada di Suriah dan 1 sekarang tertangkap dari 19 orang di Makassar," jelas Rusdi.

Selain itu, Rullie dan Ulfa mempunyai menantu bernama Andi Baso yang juga terlibat dalam aksi terorisme. 

Andi Baso diketahui terlibat dalam pengeboman di Gereja Oikumene, Samarinda pada 2016.

"Kemudian punya menantu, yaitu Andi Baso yang terlibat pengeboman Gereja Oikumene di Samarinda tahun 2016," jelasnya.

Lebih lanjut Rusdi mengatakan, 19 tersangka teroris itu merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI). Mereka sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan FPI di Makassar.

"Kemudian dari 19 anggota yang tertangkap, semua terlibat atau menjadi anggota dari FPI di Makassar. Mereka sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan FPI yang ada di Makassar," tuturnya. (dtk)
Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment