Polisi Cari Pemilik Situs Aisha Weddings yang Tawarkan Pernikahan Anak

Post a comment
Spanduk Aisha Wedding

PANTAUSATU.id - Kasus situs Aisha Weddings yang menawarkan promo pernikahan anak perempuan usia 12 tahun dan poligami terus didalami pihak kepolisian. Penyidik kini menelusuri keberadaan pemilik situs tersebut.

"Kita sedang selidiki," tutur Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis saat dikonfirmasi, Minggu (14/2/2021).

"Perkembangan akan disampaikan melalui humas ya," jelas dia.

Netizen belakangan ini dihebohkan dengan situs Aisha Weddings yang mempromosikan nikah siri serta pernikahan usia 12-21 tahun.

Salah satu pengguna Twitter @SwetaKartika mengunggah tangkapan layar berupa penjelasan yang dimuat di website Aisha Weddings. 

Dia menyebut, Aisha Weddings sebagai biro jodoh yang disamarkan lewat WO. Tapi, fokusnya mencarikan pasangan hidup untuk wanita yang kategori usianya masih anak-anak.

"Ada Mak Comblang digital yang meng-encourage pernikahan anak-anak yeuh. Dis is 'n outrage. Edan... aishaweddings.com/keyakinan/," tulis @SwetaKartika, Rabu (10/2/2021).

@SwetaKartika juga mengunggah foto-foto yang memperlihatkan spanduk dan flyer mengatasnamakan Aisha Weddings. Dia semakin percaya WO ini benar adanya.

"Kirain oknum iseng, TERNYATA BUKAN CUY! Aisha Weddings ternyata beneran XD Ngarang ini mah... facebook.com/aishaweddings/," tulisnya lagi.

Diketahui terlihat postingan dari website Aisha Weddings, pernikahan secara siri memang ditawarkan secara terang-terangan.

"Aisha Weddings percaya akan pentingnya Nikah Siri untuk pasangan yang ingin datang bersama untuk memulai keluarga dengan berkah Allah SWT. Di atas segalanya, kami dengan ketat mengikuti dan mematuhi ajaran Al-Quran sebagai kata suci Allah SWT," tulis di website resmi Aisha Weddings, Rabu (10/2/2021).

Upaya Mengalihkan Isu

Pakar Telekomunikasi Roy Suryo menilai fenomena munculnya situs Aisha Weddings yang mempromosikan nikah siri serta pernikahan di usia anak-anak seperti tindakan 'kontra intelijen'. Guna mengalihkan dan melupakan berbagai isu penting lainya.

"Isu Aisha Weddings ini tidak perlu saya tanggapi terlalu serius di ranah maya, karena ini semacam kontra intelijen. Banyak kasus semacam ini seperti contoh 'klepon' dulu," kata Roy, Kamis (11/2/2021).

Padahal, lanjutnya, saat ini sedang banyak isu yang seharusnya menjadi perhatian masyarakat namun seolah dilupakan. Seperti, keberadaan Harun Masiku, Korupsi Dana Bansos, hingga kasus dugaan rasis yang dilakukan Permadi Arya alias Abu Janda.

"Lihat saja mendadak di sosmed muncul akun-akun yang baru saja menetas kemudian langsung ramai-ramai bahas soal wedding-weddingan ini. Mau tidak mau ini mencuri perhatian netizen untuk dibahas dan melupakan kasus-kasus lain yang jauh lebih penting," jelasnya.

Karena itu, Roy mengganggap keriuhan yang ditimbulkan oleh Aisha Weddings ini seraya gerakan kontra intelijen yang coba dibuat untuk mengalihkan perhatian masyarakat yang saat ini peranya sudah bisa tergantikan dengan kehadiran buzzer. (lip/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment