Pemberontak Houthi Janji Tak Serang Arab Saudi Lagi, asalkan...

Post a comment
Tentara Houthi

PANTAUSATU.id - Pemberontak Houthi di Yaman menawarkan untuk menghentikan serangan terhadap Arab Saudi. Sebagai imbalannya, Arab Saudi beserta koalisinya juga menghentikan serangan udara sebagaimana dilansir dari Yeni Safak, Minggu (14/2/2021). 

Anggota Dewan Politik Houthi, Muhammad Ali Al-Houthi, mengatakan bahwa pihaknya selalu menawarkan perdamaian. 

"Kami adalah orang-orang yang menyerukan perdamaian dan telah menawarkan banyak solusi untuk itu. Tetapi hasilnya sejauh ini adalah bahwa pengeboman (oleh) Amerika, Inggris, dan Eropa terus berlangsung dan pertempuran terus berlanjut," ujar Al-Houthi di Twitter. 

Al-Houthi berujar, kelompoknya siap untuk mengambil inisiatif menghentikan serangan terhadap Arab Saudi. Asalkan, tambahnya, ada keseriusan dari koalisi pimpinan Arab Saudi untuk mengakhiri "agresi" di Yaman. 

Di sisi lain, belum ada komentar dari otoritas Arab Saudi atau Yaman tentang tawaran dari Houthi tersebut. 

Beberapa hari terakhir, milisi Houthi telah melancarkan serangan drone dan rudal balistik di Arab Saudi, yang mana hal itu menuai kecaman dari Arab Saudi dan internasional. 

Koalisiyang pimpinan Arab Saudi baru-baru ini melaporkan telah mencegat dan penghancuran sekitar 10 drone yang diluncurkan oleh Houthi ke Arab Saudi dalam waktu kurang dari sepekan. 

Pada Kamis (11/2/2021), Arab Saudi memberi tahu Dewan Keamanan PBB bahwa mereka siap mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan wilayahnya. 

Mereka juga siap melakukan segala tindakan demi melindungi rakyatnya dari serangan kelompok Houthi. 

Yaman sendiri telah dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014 ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara tersebut termasuk ibu kota Yaman, Sanaa. 

Di sisi lain, pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi yang bertujuan mendukung pemerintahan Yaman justru semakin memperburuk situasi di sana. 

Akibatnya, Yaman dilanda krisis kemanusiaan terburuk di dunia dengan 233.000 orang tewas dan sekitar 30 juta orang membutuhkan bantuan sekaligus perlindungan kemanusiaan. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, lebih dari 13 juta orang di Yaman diintai bahaya mati kelaparan. (kom/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment