PDIP dan PAN Kritik Penanganan Banjir Jakarta, PSI Siap Interpelasi Anies

Post a comment
Justin Untayana


PANTAUSATU.id
- Banjir Jakarta yang cukup parah mendapat kritikan dan kecaman dari berbagai legislator partai politik di Parlemen, termasuk PSI. 

Wakil Ketua Fraksi PSI Justin Untayana mengatakan, PSI mengambil langkah menggulirkan hak interpelasi kepada Anies karena menilai Anies tidak serius dan sengaja menghambat kerja pencegahan banjir.

"Interpelasi ini kami ambil sebagai jalan konstitusional terakhir," kata Justin.

Hak interpelasi merupakan hak setiap anggota yang bisa dilakukan melalui fraksi dengan mininal harus diikuti beranggotakan 15 anggota DPRD.

PSI saat ini memiliki delapan kursi di DPRD DKI Jakarta dan membutuhkan tujuh anggota DPRD dari fraksi yang berbeda untuk memuluskan pemanggilan Anies melalui interpelasi.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto sebelumnya mengkritik penanganan banjir di DKI Jakarta. Dirinya lantas menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tentang air hujan.

Saat kampanye Pilgub DKI 2017, Anies Baswedan memang pernah menyebut air turun dari langit harusnya dimasukkan ke tanah atau bumi. Bukan di alirkan ke laut atau gorong-gorong.

"Kalau bicara banjir Jakarta, kan saya juga sebagai sebuah kritik, karena asumsi yang salah bahwa air itu akan masuk ke bumi. Itu kan yang disampaikan pada saat kampanye," katanya dalam diskusi virtual bertajuk Politik Hijau PDI Perjuangan pada Sabtu (20/2).

Menurutnya, solusi penanganan banjir di Ibu Kota bisa memperhatikan aspek cuaca. Dia pun mengingatkan pesan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang meminta jajarannya agar sering bertemu dengan pihak BMKG untuk mengerti akan perubahan iklim yang terjadi.

"Itu harus betul-betul memperhatikan aspek cuaca tersebut. Ini yang kemudian kepala daerah PDI Perjuangan, karena mendapat kesempatan yang begitu luas untuk membahas aspek-aspek lingkungan, maka juga otomatis terbangun suatu kultur untuk merawat lingkungan dengan baik," ujarnya.

Selain PDIP, fraksi PAN di DKI juga mengkritik banjir Jakarta tahun ini. Banyak wilayah terendam banjir, PAN minta Anies berhenti cari alasan.

Sejumlah wilayah di DKI Jakarta terendam banjir sejak Jumat (19/2/2021) dini hari hingga saat ini. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI masih saja menyampaikan sejumlah alasan terkait hal tersebut. 

Untuk itu, PAN DKI Jakarta meminta Pemprov DKI untuk berhenti mencari alasan dan segera membenahi infrastruktur untuk menangani banjir.

"Pesan saya, ke depannya siapapun pemimpin Jakarta berhenti menyalahkan atau mencari alasan saat banjir tiba, warga sudah pintar," kata penasihat Fraksi PAN DKI Jakarta, Zita Anjani, Jumat (19/2/2021).

Zita yang juga ketua pansus banjir menyebut sudah meneliti terkait banjir yang terjadi di DKI Jakarta. Zita meminta pemprov berhenti mencari alasan dan segera membenahi infrastruktur banjir.

"Banjir itu solusinya konkret, yaitu pembenahan infrastruktur banjir. Saya ketua pansus banjir sudah teliti itu semua bersama para pakar dan rekomendasi lengkap sudah kami serahkan sebelum musim hujan tiba. Jadi solusi banjir itu bukan cari-cari alasan atau menyalahkan tapi kerja nyata," ucapnya.

Lebih lanjut, Zita menyebut warga Jakarta sudah lelah mendengar alasan pemprov terkait banjir yang terjadi di Jakarta. Dia menyinggung pemprov yang disebutnya kerap menyalahkan persoalan seperti tanah rendah, lumpur tebal, kesalahan pompa, hingga hujan kiriman. Dia mendesak pemprov untuk memulai kerja nyata.

"Kasihan warga jakarta kalau setiap banjir dengar alasan tanah rendah, lumpur tebal, hujan kirimanlah atau lainnya juga selalu main salah-salahan terus setiap banjir salahnya si hujan kiriman, salahnya di pompa, salahnya rendah tanah dan sebagainya. Saatnya lakukan aksi nyata," tegasnya. (kom/ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment