PBNU Minta GAR ITB Buktikan ke Publik Bentuk Radikalisme Din Syamsuddin

Post a comment
Din Syamsuddin

PANTAUSATU.id - Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud ikut memberikan tanggapannya soal laporan terhadap Din Syamsuddin. 

Din dilaporkan oleh Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) karena diduga melakukan pelanggaran terhadap kode etik ASN dengan tuduhan radikalisme.

Din Syamsuddin dilaporkan oleh GAR ITB ke Komisi Aparatur Negara (KASN) sebanyak dua kali. 

Pertama, 28 Oktober 2020. Laporan itu tertuang dalam surat nomor 05/Lap/GAR-ITB/X/2020. 

Kedua, laporan berdasarkan surat nomor 10/Srt/GAR-ITB/I/2021 tanggal 28 Januari 2021.

Marsudi mengatakan, tudingan GAR ITB yang menyebut Din Syamsuddin radikal tidak jelas. Selama ini dirinya tidak melihat hal itu dalam sosok Din.

"Tuduhan radikalisme terhadap tokoh Din Syamsuddin oleh pihak tertentu sampai detik ini saya belum bisa menemukan contoh konkret yang menggambarkan beliau adalah seorang yang radikal dalam bahasa lain 'Tathoruf ' sebagaimana gambaran pikiran kita ketika di arahkan kepada sebuah kelompok yang 'distempel' radikal pada umumnya," kata Marsudi, Jumat (12/2).

"Begitu pula ketika kata 'Radikal' yang di arahkan kepada beliau, sebagai seorang pemimpin 'Jam'iyah almutathorifah' , hidung saya belum bisa membau bau itu sampai saat ini," jelas Marsudi.

"Apakah ini karena hidung saya lagi kena flu sehingga tidak berfungsi dengan baik, atau telinga saya yang 'kopoken' sehingga belum bisa mendengarkan statement Pak Din yang masuk kategori radikal," kata Marsudi.

Oleh sebab itu Marsudi meminta GAR ITB maupun pihak lain yang menilai Din Syamsuddin merupakan tokoh radikal, untuk segera memberikan bukti kepada masyarakat. Sebab jika tidak ada bukti, maka tudingan itu masuk kategori fitnah.

"Agar tuduhan ini tidak disebut 'fitnah' maka saya minta kepada pihak pihak yang mempunyai data keradikalan beliau dan yang terutama pihak-pihak yang melaporkan beliau harus menyampaikan ke publik, bentuk radikal apa yang beliau lakukan," kata Marsudi.

Lebih lanjut, Marsudi mengatakan selama ini dirinya bersama Din Syamsuddin sudah banyak berjuang memasarkan Islam 'Wasathiyah, Islam Rahmatan lillalamin tidak hanya di Indonesia. 

Tetapi di luar negeri seperti di forum tokoh dunia di Vatikan bersama Paus Fransiskus hingga tokoh agama lainnya.

"Mohon sekali lagi agar kiranya pihak yang menyampaikan bahwa beliau radikal kiranya bisa membuktikan hal tersebut. Jangan sampai hal ini di anggap memfitnah, dan bahkan bisa kena jerat hukum sendiri," tutup Marsudi. (kmp/ps)

Reactions:
Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment