Natalius Pigai Dilaporkan Kasus Ujaran Kebencian 'Suku Minang Tak Bisa Jadi Presiden'

Post a Comment
Natalius Pigai

PANTAUSATU.id - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dilaporkan atas cuitannya yang menyebut suku minang tak bisa jadi presiden. Cuitan itu dinilai telah menyebarkan ujaran kebencian bernada diskriminatif.

Natalius Pigai dilaporkan oleh seorang warga asal Minang bernama Aznil (48). Dalam membuat laporan, ia didampingi oleh sejumlah organisasi masyarakat yang mengatasnamakan DPP Pemuda Pelajar Mitra Kamtibmas (PPMK) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Laporan tersebut telah masuk ke penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri dengan Nomor: LP/B/0061/II/2021/BARESKRIM/ tertanggal 1 Februari 2021.

"Setelah tiga jam kita melapor ke Bareskrim, Alhamdulilah laporan sudah diterima Bareskrim, atas tindakan tidak menyenangkan atau diskriminatif terhadap suku minang yang mengatakan suku Minang itu tidak bisa jadi presiden," kata Aznil di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Tengku Zul Mengaku Tidak merasa Memprovokasi Abu Jandi Untuk Bilang Islam Arogan, Ini Katanya

Aznil menyebut, cuitan Natalius Pigai di akun Twitter-nya yang menyebut suku Minang tak bisa jadi presiden, bisa memecah persatuan. Ia berharap laporan itu segera diproses penyidik.

"Ini adalah potensi adanya terpecah belah pada bangsa dan negara kita. Ini sudah ditemukan unsur pidananya. Ini prinsipnya adalah menjaga NKRI kita," katanya.

Di samping itu, kuasa hukum Aznil, Bambang Sripujo menjelaskan bahwa Natalius Pigai patut diduga telah melanggar Pasal 45a Ayat 2 Juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 16 Juncto Pasal 4 huruf b Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Ras dan Etnis.

"Jelas pada Twitter Natalius Pigai itu menyebut etnis Minang. Natalius Pigai harusnya belajar ibu kota aja pernah di Sumatera Barat masa tidak boleh orang-orang di Sumatera Barat menjadi presiden," ucap Bambang. (idz/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment