Mahfud MD: Hukum Bukan Alat Cari Kemenangan, Hal Sepele Tak Perlu ke Meja Hijau

2 comments
Mahfud MD

PANTAUSATU.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD berbicara soal pentingnya pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) dalam penegakan hukum. 

Mahfud mengatakan, hukum bukan merupakan alat untuk mencari kemenangan. Ia menegaskan, hukum hadir untuk membangun harmoni di masyarakat. 

"Ada restorative justice, itu bersumber dari budaya hukum Indonesia, di mana hukum bukan alat untuk mencari menang, tetapi alat untuk membangun harmoni dan kebersamaan," kata Mahfud saat menjadi pembicara dalam acara Rapim Polri, Selasa (16/2/2021). 

Oleh karena itu, menurut dia, perkara-perkara pidana yang sepele tidak perlu melulu dibawa ke meja hijau. Mahfud berpendapat, ada hal-hal yang bisa diselesaikan secara musyawarah. 

"Maka hal-hal yang sepele tidak harus dibawa ke pengadilan, tetapi diselesaikan secara, kemarin Pak Kapolri sempat mengatakan, mediasi dan restorative justice itu maksudnya," ucap dia.  

Ia mengatakan, kelompok masyarakat adat sejak dulu menerapkan prinsip restorative justice. Menurut dia, berbagai perkara yang ringan cukup diselesaikan dengan musyawarah. 

"Dalam masyarakat adat begitu. Makanya dulu hukum tidak perlu. Orang ribut-ribut datang ke kepala adat, misalnya, kalau hanya masalah sepele diselesaikan baik-baik dengan musyawarah. Kalau agak serius, lindungi korbannya. Itu restorative justice," ujar Mahfud. 

Ia kemudian mencontohkan soal kasus pemerkosaan. Ia mengatakan, pendekatan restorative justice tidak bicara bahwa si pemerkosa harus ditangkap dan dibawa ke pengadilan untuk menjalani proses hukum. 

Restorative justice, kata dia, membangun harmoni agar antara keluarga korban dan pemerkosa tidak serta masyarakat tidak gaduh. 

"Misal ada Siti diperkosa. Kalau mau hukum tegas, pemerkosa tangkap masuk ke pengadilan selesai, tetapi restorative justice tidak bicara itu, restorative justice bilang, kalau kita tangkap Amir sebagai pemerkosa lalu diumumkan bahwa dia memperkosa Siti, keluarga Siti hancur," kata Mahfud. 

"Maka sebab itu, dulu di hukum adat ada istilah diam-diam saja kamu lari, biar orang tidak tahu. Makanya dulu ada kawin lari. Itu restorative, agar orang tidak ribut. Agar yang diperkosa tidak malu kepada seluruh kampung. Kawin di luar daerah sana. Itu contoh restorative justice, membangun harmoni," ucap Mahfud.  (kom/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

2 comments

Post a Comment