Kocak! FPI Ngemis Minta Bantuan Mahfud MD Soal Markaz Syariah

Post a comment
Mahfud MD

PANTAUSATU.id - Setelah dulu gencar mengatakan Mahfud MD bertindak zalim sejak bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo, kini para anggota organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI) menelan ludahnya sendiri.

Tim Advokasi Markaz Syariah FPI datang kepada pihak Mahfud MD, meminta bantuan penyelesaian kasus sengketa lahan pondok pesantren di Megamendung, Bogor, yang merupakan tanah sah milik PTPN VIII.

Permohonan bantuan ini disampaikan anggota tim advokasi FPI kepada Deputi V Kemenko Polhukam Sungeng Pranoto, dalam pertemuan Selasa 9 Februari 2021 lalu.

"Kami memenuhi undangan dari deputi V Menko Polhukam, kaitan dengan surat kami tertanggal 19 Januari 2021, di dalam surat itu kami meminta perlindungan hukum kepada Menko Polhukam terkait dengan lahan MS, Markaz Syariah," kata Ketua Tim Koordinator Advokasi Markaz Syariah, Ichwan Tuankotta, yang dilansir detikcom, Rabu 10 Februari.

Selain memohon perlindungan hukum dari Mahfud, tim Markaz Syariah untuk menyampaikan kembali beberapa poin milik mereka yang ditujukan kepada PTPN VIII dalam sengketa lahan ini.

Salah satu yang disampaikan adalah mengenai kronologi pihak Habib Rizieq Shihab ini menguasai lahan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

"Bahwa kami menyampaikan lahan Markaz Syariah memang sudah ditelantarkan dari 1991 menurut keterangan para penggarap, lalu kami membelinya, atau kami oper garap dari penggarap dengan kompensasi uang, pembelian tersebut jelas ada perjanjiannya disaksikan RT/RW, Lurah, serta di waarmerking di notaris. Nah itu yang pertama yang kami sampaikan ke Deputi V," ujar Ichwan.

Selain itu, Ichwan mengatakan dalam pertemuan itu juga disampaikan mengenai gugatan yang ditujukan kepada penggarap lahan di Megamendung. Pasalnya, gugatan tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

"Nah itu putusannya juga kita perlihatkan ke Menkopolhukam. Kami menduga salah satunya adalah SHGU yang ada di lahan Markaz Syariah. Jadi kami meminta kepada Deputi V untuk menindaklanjuti informasi dari kami tersebut," kata dia. (rqc)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment