Jegeeer! Isu Pecah Kongsi Gerindra-Anies Terus Menyeruak di Tengah Penanganan Covid-19

Post a Comment
Anies Baswedan

PANTAUSATU.id - Pekan ini, publik dikejutkan dengan suara sumbang mengenai keretakan hubungan antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Partai Gerindra. 

Selama ini, hubungan keduanya terlihat baik-baik saja. Suara sumbang mengenai keretakan hubungan keduanya itu terus menyeruak di tengah penanganan pandemi Covid-19. 

Padahal, Gerindra dikenal sebagai partai pengusung pasangan Anies-Sandiaga Uno pada Pilkada 2017 lalu. 

Isu keretakan antara Anies dan Partai Gerindra mulanya muncul dari pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis. 

Ali menilai langkah Anies untuk meminta pemerintah pusat menangani koordinasi penanganan pandemi di Jabodetabek adalah tanda keputusasaan. 

"Ini menimbulkan pertanyaan besar apakah Anies menyerah lawan Covid-19? Jika seperti itu maka sebaiknya mundur saja dari jabatan gubernur," kata Ali, Senin (25/1/2021). 

Baca juga: Omongan Ali Lubis Minta Anies Mundur Berbuntut Panjang, Hubungan Gerindra dan Anies Dikabarkan Pecah Kongsi 

Spekulasi pecah kongsi antara Anies dan Gerindra semakin diperkuat dengan sikap Gerindra yang menolak revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. 

Artinya, Gerindra mendukung Pilkada serentak tahun 2024 digelar berbarengan dengan pemilu nasional. 

Ketentuan peniadaan Pilkada 2022 dan 2023 hingga digelar Pilkada serentak tahun 2024 mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. 

Pilkada serentak tahun 2022 dan 2023 sedianya digelar di beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 

Keputusan Gerindra yang menolak penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2022 dan 2023 seolah memberikan sinyal majunya Prabowo Subianto pada Pemilu tahun 2024. 

Gerindra Bantah Isu Pecah Kongsi dengan Anies Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria membantah isu pecah kongsi antara partainya dan Anies. 

Menurut Riza, hubungan antara Anies dan Partai Gerindra tidak mengalami masalah. 

Bahkan, Anies disebut baru saja bertemu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. 

Baca juga: Disebut Gebrakan Mahakarya, Warganet Malah Ngakak Lihat Karya Anies Ngecat Warna-warni Flyover Tapal Kuda 

"Kemarin Pak Anies ketemu dengan Pak Prabowo, ngobrol hampir dua jam. Sama saya hari-hari. Jadi tidak ada masalah komunikasi. Selalu berhubungan, komunikasi terus," ujar Riza, dalam acara Aiman, di Kompas TV, Senin (1/2/2021) malam. 

Riza menegaskan, Partai Gerindra berkomitmen untuk tetap mengawal Anies Baswedan hingga akhir masa jabatannya pada 2022. 

"Kami mengusung dan mengawal kepemimpinan Anies-Sandi dan diteruskan oleh Anies-Riza sampai 2022," tegas Riza. (kom/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment