Eks Wasekjend Partai Demokrat Nilai Wajar Ada Kader Minta KLB Geser AHY, Ini Alasannya

Post a comment
Ketum Demokrat AHY

PANTAUSATU.id - Eks Wasekjen Partai Demokrat Muhammad Darmizal menilai wajar jika sebagian kader Demokrat merasa gerah dan menggulirkan isu kongres luar biasa ( KLB) untuk menggeser AHY dari kursi ketua umum. 

Ia merasa khawatir jika kepengurusan saat ini bertahan maka perolehan suara Demokrat pada Pemilu 2024 akan semakin menurun dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya. 

Darmizal menyatakan, pada Pemilu 2004, perolehan suara Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Subur Budhisantoso sebesar 7,3 persen. 

Pada Pemilu 2009, kala dipimpin Hadi Utomo, perolehan suara Demokrat sebesar 20,7 persen. 

Namun, saat Pemilu tahun 2014, suara Demokrat di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun menjadi 11 persen. 

Kemudian, pada Pemilu 2019 saat kepemimpinan masih dipegang SBY, perolehan suara Demokrat tersisa hanya sekitar 7 persen. 

Ia mengatakan, fenomena itu membuat para senior yang sudah sejak awal membesarkan partai di pusat dan di daerah khawatir akan masa depan Demokrat pada Pemilu 2024. 

"Jika caranya seperti ini maka tahun 2024 bisa menjadi pemilu terakhir yang diikuti Partai Demokrat," kata dia. 

Oleh sebab itu, Darmizal merespons baik isu KLB yang hendak digulirkan untuk mengganti kepemimpinan AHY. 

Menurut dia, pemilihan pemimpin yang baru akan memperkuat Demokrat pada Pemilu 2024. 

"Kami hanya ingin melihat partai Demokrat kembali meraih suara gemilang pada Pemilu 2024 nanti," kata dia. 

Adapun sebelumnya AHY menuding ada pihak yang hendak melengserkannya dengan menggulirkan isu KLB. 

Beberapa pihak yang diduga terlibat ialah para mantan pengurus Demokrat yakni Darmizal, Marzuki Alie, Muhammad Nasaruddin, dan politisi aktif Demokrat Jhoni Alen Marbun. 

Selain itu, AHY juga menyatakan, ada pejabat di lingkungan Istana Kepresidenan yang terlibat dalam upaya pelengserannya dengan menggulirkan isu KLB. Pejabat yang dimaksud ialah Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. (kom/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment