Diajakin Gabung Koalisi Konvensi Partai Nasdem 2022, PAN Tegas Tak Ikutan

Post a Comment
Viva Yoga Mauladi


PANTAUSATU.id
- Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional ( PAN) Viva Yoga Mauladi menegaskan, partainya tidak akan bergabung dalam koalisi untuk gelar konvensi Partai Nasdem yang rencana dilakukan pada 2022.

Ada tiga alasan yang dibeberkan Yoga mengapa partainya tidak ingin ikut dalam koalisi tersebut. Pertama adalah karena PAN sudah memiliki mekanisme sendiri untuk mengusung kandidat di Pemilihan Presiden 2024.

"PAN tidak akan ikut di konvensi Partai Nasdem. Alasannya, pertama, PAN sudah memiliki mekanisme partai dalam menjaring dan menetapkan calon presiden yang akan diusung di Pemilu Presiden," kata Yoga saat dihubungi, Jumat (26/2/2021).

Alasan berikutnya, PAN memilih fokus untuk melakukan konsolidasi organisasi, penataan jaringan partai, dan meningkatkan kualitas program perkaderan.

Selanjutnya, PAN juga tengah memprioritaskan membantu pemerintah dalam memberantas pandemi Covid-19.

"PAN memprioritaskan untuk membantu pemerintah dalam memberantas pandemi dan pemulihan ekonomi nasional agar rakyat dapat bekerja normal kembali," jelasnya.

Kendati demikian, Yoga mengaku bahwa PAN tetap mengapresiasi niat Partai Nasdem untuk menggelar konvensi calon presiden.

Menurutnya, hal tersebut menandakan bahwa Nasdem merupakan partai terbuka bagi siapa saja.

"Hal ini menandakan Nasdem partai terbuka bagi siapapun anak bangsa yang akan maju di Pemilu Presiden. PAN mengapresiasi niat Nasdem untuk menggelar konvensi," imbuh dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, partainya akan membangun koalisi untuk menggelar konvensi calon presiden.

Johnny mengatakan, koalisi tersebut dibentuk agar sosok yang terpilih melalui konvensi dapat berkontestasi di Pilpres 2024 karena telah memenuhi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

"Nasdem membangun komunikasi politik untuk memastikan terbentuknya koalisi minimal memenuhi prasyarat presidential threshold 20 persen agar yang lolos dan memenangkan konvensi mempunyai tiket sebagai calon presiden pada Pilpres 2024," kata Johnny dalam konferensi pers, Kamis (25/2/2021).

Ia mengakui, perolehan suara partainya pada Pemilu 2019 lalu tidak mencukupi untuk seorang diri mencalonkan presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Selain itu, Johnny menyebut bahwa partai-partai yang akan dijadikan rekan koalisi harus memiliki kesamaan platform, visi, dan misi dengan Nasdem untuk dijadikan rekan koalisi. (kom/ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment