Anggota DPRD DKI Interpelasi Anies, Pengamat: Bagus! Warga Perlu Tahu Bagaimana Jakarta Menangani Banjir

Post a comment
Ray Rangkuti

PANTAUSATU.id - Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti mendukung DPRD DKI Jakarta menggunakan hak interpelasi terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan. Sehingga, warga mengetahui kendala penanganan dan permasalahan banjir Jakarta.

"Saya kira bagus juga langkah yang ditempuh PSI agar penyelesaian penanganan banjir tidak seperti tambal sulam. Warga Jakarta tentu perlu tahu, apa masalah yang dihadapi sehingga seolah penanganan banjir seperti jalan di tempat," kata Ray Rangkuti , Jumat (26/2/2021).

Dia menilai sebatas mengandalkan sedotan pompa dan mengeruk aliran sungai hanya bersifat sementara dalam penanganan banjir. Banjir selalu akan datang, sekalipun waktu tergenang banjir dapat dikurangi.

"Tentu dibutuhkan solusi lebih dari sekadar memendekkan waktu banjirnya, tapi juga memastikan banjir Jakarta tidak terulang dalam kondisi apapun. Sebab, masalah banjir Jakarta sudah diprediksi sejak lama, bahkan sejak zaman VOC berkuasa," ungkap Ray.

Anggota DPRD DKI dari PSI Justin Untayana sebelumnya mengkritisi ketidakjelasan masterplan penanggulangan banjir, ketidakseriusan pembebasan lahan normalisasi, dan kebingungan kosakata serta mandeknya normalisasi maupun naturalisasi sungai yang tidak ada kemajuan sama sekali. 

Padahal, Anies telah menjabat selama 3,5 tahun, namun justru mendorong revisi RPJMD untuk menghapus normalisasi dari RPJMD.

Pemprov DKI yang dikomandoi Anies juga dianggap lamban melakukan pembebasan lahan yang bertujuan normalisasi sungai. Ini juga penyebab utama terhambatnya upaya Kementerian PUPR melakukan pekerjaan konstruksi di lapangan.

"Saat itu, Pemprov DKI tidak bersedia mencairkan anggaran normalisasi dengan alasan defisit. Tapi di Desember 2019 dan Februari 2020 Gubernur malah mencairkan anggaran commitment fee Formula E sebesar Rp560 miliar. Bertahun-tahun anggaran banjir tidak menjadi prioritas sama sekali," kata Justin Untayana.

Dia menyoroti tidak adanya solusi dari Anies justru mantan Mendikbud itu dianggap hanya membicarakan tentang penyebab banjir dan evakuasi korban banjir. Seperti saat menjelaskan penyebab banjir di Kemang, Jakarta Selatan karena Kali Krukut yang meluap.

"Saat terjadi banjir di Kemang pada tahun 2016, Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Cipta Karya telah mendata ratusan bangunan di Kemang yang akan ditertibkan untuk melebarkan Kali Krukut menjadi 20 meter. Tapi, rencana ini berhenti di pemerintahan Anies Baswedan," ucap Justin. (sdn/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment