Telak! Refly Harun Habis Diacak-acak Ferdinand, Opininya Sesat dan Ngaco

Post a Comment
Ferdinand Hutahaean

PANTAUSATU.id - Pakar hukum tata negara Refly Harun (RH) menyebut saat ini ada kelompok yang mempersepsikan posisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hanya menjadi presiden bagi kelompok mereka.

“Bayangkan bahkan seorang Presiden yang harusnya mewadahi kita semua, bapak bagi kita semua, itu dipersepsikan sebagai presiden satu kelompok. Gawat sekali bangsa kita ini,” cetusnya dalam chanel YouTubenya. 

Refly juga menyebut kelompok tersebut adalah "cebong" cenderung membuat citra Jokowi jadi buruk di mata publik. 

“Presiden dianggap sebagai presidennya cebong. Lalu ada istilah baru, Kadrun misalnya. Dan setiap saat, bahwa seolah-olah yang dikatakan Kadrun itu bukan rakyatnya Jokowi. Konsep bernegara kita jadi tidak benar,” ucap Refly.

Menurut dia, seharusnya jika ada perdebatan horizontal antara satu kelompok dengan kelompok masyarakat yang lain, maka presiden harus menjadi penengah. ” Presiden harus menjadi presiden kita semua,” katanya.

Menurutnya lagi, fenomena sosial ini terjadi karena peninggalan dari Presidential Threshold yang membagi pengelompokan masyarakat ini.

“Dan masih terasa sekarang, siapa pun yang kritis dengan pemerintahan Jokowi, pasti ada saja orang yang menghantam bahkan ingin memenjarakan. Itu sangat buruk bagi masa depan demokrasi kita,” katanya. 

Kontan saja, pernyataan tersebut direspons keras oleh mantan Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Dengan keras, Ferdinand menyanggah pernyataan Refly dan menyebutnya sebagai sesat opini dan ngaco. 

"Jokowi sbg Presiden jelas mengurusi seluruh rakyat pemilihnya maupun yg tdk memilihnya. Bahkan @prabowo  dan @sandiuno dirangkul jd bagian pemerintahan," cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Selasa (26/1/2021).

"Lucunya, @ReflyHZ  beropini seolah @jokowi  hanya presiden bg pendukungnya. Refly yg sesat opini, Jokowi yg dia salahkan. Ngaco.!" imbuh dia.

Menurutnya, pendapat Refly bersumber dari sebuah kehidupan yang tidak menerima demokrasi secara utuh.

"Demokrasi kita telah memilih @jokowi  sbg Presiden terpilih dan harusnya kelompok yg kalah sprt @ReflyHZ  menerima hasil demokrasi yg sah dan bkn beropini sprt ini," tegasnya. (we/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment