Telak Abis! Polri Sudah Serahkan Berkas Kebohongan Tersangka Rizieq Shihab ke Kejaksaan

Post a Comment
foto: Rizieq Shihab

PANTAUSATU.id - Bareskrim Polri menyerahkan berkas tahap I (satu), terkait kasus menghalangi penanganan wabah penyakit terkait hasil swab test Rizieq Shihab di RS Ummi Bogor, kepada Kejaksaan Agung.

Hal tersebut disampaikan langsung Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. 

“Berkas perkara Rumah Sakit (RS) Ummi sudah tahap I kemarin,” katanya kepada wartawan, Kamis (21/1).

Menurut dia, dalam berkas tersebut, ada tiga tersangka yakni, Rizieq Shihab, Muhammad Hanif Alatas, dan Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat. yang semuanya sudah menjalani pemeriksaan.

Kemudian, saat disinggung dua tersangka lainnya, ia pun belum mengetahui kapan dilakukan penahanan.

“Belum,” kata Andi. 

Sebelumnya, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menegaskan tersangka Rizieq sempat berbohong soal hasil tes swab di RS Ummi, Bogor, Jawa Barat, November 2020 lalu.

"Kan diketahui bahwa (Habib Rizieq) sudah positif Covid-19 itu tanggal 25 November. Tetapi, pada 26 November itu mereka ngomong tidak ada masalah, sehat, tidak ada sakit apapun. Disebarkan melalui Front TV," ujarnya.

Karena itu, penyidik pun langsung menjerat Habib Rizieq dengan Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Khusus untuk Rizieq dia lewat Front TV. Sementara untuk RS Ummi kan ditanya sama media tuh waktu itu ada konferensi pers toh," tambah dia.

Sebagai informasi, Rizieq bersama mantunya Hanif Alatas dan Dirut RS Ummi Andi Taat ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pidana menghalangi atau menghambat penanganan wabah penyakit menular terkait pengambilan tes swab Rizieq di RS Ummi, Bogor.

Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No Tahun 1984. Kemudian, Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946.

Kasus ini bermula ketika Dirut RS Ummi Andi Taat dilaporkan dengan nomor LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA. Adapun pasal yang disangkakan adalah Pasal 14 Ayat 1, 2 UU Nomor 4 Tahun 1984.

Dalam laporannya, RS Ummi diduga menghalangi atau menghambat Satgas dalam penanganan atau penanggulangan wabah penyakit menular Covid-19 yang akan melakukan swab tes terhadap salah satu pasiennya yang diduga terpapar Covid-19.

RS Ummi Kota Bogor dinilai tidak memberikan penjelasan yang utuh terkait protokol proses penanganan terhadap pasien tersebut. (we/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment