Tegas! PAN Pecat Eks Legislator NTB yang Cabuli Anak Saat Istri Sakit COVID-19

Post a comment
Mantan anggota DPRD NTB mencabuli anak kandung. (Foto: dok. Istimewa)

PANTAUSATU.id - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanah Nasional Nusa Tenggara Barat (DPW PAN NTB) memecat Ali Ahmad (65), tersangka kasus pencabulan anak kandungnya sendiri. Ali Ahmad dipecat karena dinilai telah merusak citra dan nama partai.

"Langsung kita pecat dari kader," kata Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar seperti dilansir Antara, Jumat (22/1/2021).

Dia mengakui Ali Ahmad merupakan eks anggota DPRD NTB lima periode. Namun Ali Ahmad sudah bukan lagi pengurus DPW PAN NTB maupun kader partai.

Dia menjelaskan Ali Ahmad memilih berseberangan dengan DPW PAN NTB yang mendukung kembali pencalonan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum DPP PAN pada Musyawarah Nasional (Munas) atau Kongres V yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Februari 2020.

"Padahal keputusan DPW PAN NTB memutuskan tetap mendukung dan mencalonkan kembali Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum. Namun yang bersangkutan mendukung Mulfachri Harahap dan itu bertentangan dengan sikap partai," jelas Muazzim.

Dia mengatakan, setelah Munas Kendari, Ali Ahmad disebut bergabung dengan partai baru bentukan Amien Rais, yakni Partai Ummat. Dia menolak Ali Ahmad dikaitkan dengan PAN.

"Jadi informasi yang kami terima, AA ini dipersiapkan menjadi Ketua DPW Partai Ummat NTB. Oleh karena itu, kalau dikaitkan dengan PAN, AA sudah tidak lagi ada hubungan dengan PAN," katanya.

Sebelumnya, Polresta Mataram menetapkan Ali Ahmad sebagai tersangka dugaan melakukan perbuatan asusila terhadap anak kandungnya. Ali Ahmad saat ini ditahan di Polresta Mataram.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan, dari hasil gelar perkara, perbuatan yang diduga dilakukan Ali Ahmad telah memenuhi unsur Pasal 82 Ayat 2 Perppu 1/2016 juncto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. (dtk/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment