PSBB Ketat Belum Mampu Kendalikan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Jumlah Kasus Justru Melonjak

Post a Comment
Anies melihat pasien Corona meninggal

PANTAUSATU.id - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat di DKI Jakarta pada 11 hingga 25 Januari 2021 tidak membuahkan hasil yang diharapkan. 

Alih-alih menurun, kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota justru melonjak tajam pada periode penerapan PSBB secara ketat tersebut. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta pada Minggu (24/1/2021) adalah 24.224, atau meningkat 35 persen dari 17.946 kasus aktif pada 11 Januari 2021. 

"Jumlah kasus aktif sebesar 24.224 ini melampaui titik tertinggi kasus aktif yang ada di Jakarta. Sehingga, ini merupakan pesan kepada kita semua bahwa pandemi belum berakhir," ucap Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Minggu kemarin. 

Widyastuti juga mengungkapkan bahwa tempat tidur isolasi bagi pasien Covid-19 hanya bersisa sekitar 14 persen, atau 1.101 dari total 8.055 tempat tidur. 

"Hal yang sama juga terjadi pada (intensive care unit) ICU kita, di mana kapasitas ICU telah terisi sebesar 84 persen dari total 1.097 tempat tidur," ujar Widyastuti. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menambah 1.941 tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU bagi pasien Covid-19 dalam waktu dekat. 

Nantinya, akan ada 9.946 tempat tidur isolasi dan 1.362 tempat tidur ICU, kata Widyastuti melalui keterangan tertulis. 

Hingga Minggu kemarin, Jakarta mencatatkan total 249.815 kasus positif sejak Maret tahun lalu, 24.224 di antaranya merupakan kasus aktif. 

Sebanyak 221.567 dinyatakan sembuh, sedangkan 4.024 lainnya meninggal dunia. 

Sementara itu, pada 11 Januari 2021, ketika PSBB ketat kembali diterapkan di Jakarta, jumlah total kasus positif di Ibu Kota adalah 208.543 kasus. 

Sebanyak 187.086 dinyatakan sembuh dan 3.551 meninggal dunia. 

Dalam dua minggu terakhir terlihat adanya peningkatan angka kematian sekitar 15 persen, dari 3.551 menjadi 4.024. 

Ini membuat Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus pasien yang terpapar virus SAR-CoV-2 itu, yakni TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur dan TPU Tegal Alur di Jakarta Barat, penuh. 

Alhasil, Pemprov DKI Jakarta pun membuka lahan makam baru untuk jenazah pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, pada Kamis (21/1/2021) lalu. 

Lahan seluas 3.000 meter persegi disediakan untuk menampung setidaknya 700 pemakaman menggunakan protap Covid-19. (kmp/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment