Presiden Jokowi Minta Rekomendasi Komnas HAM soal 'Km 50' Ditindaklanjuti!

Post a Comment
Presiden Joko Widodo

PANTAUSATU.id - Komnas HAM telah bertemu dengan Presiden Jokowi terkait hasil temuan dan rekomendasi peristiwa tewasnya 6 laskar FPI di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek. Jokowi meminta seluruh rekomendasi Komnas HAM ditindaklanjuti.

"Tadi Presiden sesudah bertemu lama dengan beliau-beliau ini (Komnas HAM) lalu mengajak saya bicara yang isinya itu berharap dikawal agar seluruh rekomendasi yang dibuat oleh Komnas HAM itu ditindaklanjuti. Tak boleh ada yang disembunyikan," ujar Menko Polhukam Mahfud Md dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Polhukam, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Mahfud menuturkan, dari hasil temuan Komnas HAM itu, akan diungkap di pengadilan peristiwa yang terjadi sebenarnya. Mahfud juga menyebutkan, berdasarkan investigasi Komnas HAM, ada kelompok sipil yang membawa senjata api rakitan dan sajam. Termasuk peristiwa 'menunggu' yang menjadi pemicu penembakan di Km 50.

"Seumpama aparat itu tak dipancing tak akan ada pernah terjadi, tapi ada komando 'tunggu', bawa puter-puter, pepet, tabrak, komando suara rekamannya. Nanti kita ungkap di pengadilan dan kita tak akan menutup-nutupi dan saya akan memberikan ini ke kepolisian," kata Mahfud.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan Presiden Jokowi mengapresiasi kinerja dan kesimpulan investigasi terkait Km 50. Jokowi, kata Taufan, juga memberikan arahan kepada Kapolri untuk menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM.

"Alhamdulillah juga Bapak Presiden sejak awal memperhatikan, karena itu juga sejak awal memberikan dorongan agar Komnas HAM sebagai lembaga negara independen, melakukan tugas sesuai Undang-Undang 39/1999 dalam melakukan penyelidikan, pemantauan untuk kemudian mengambil sebuah kesimpulan tentang apa yang terjadi pada peristiwa 7 Desember 2020 yang lalu," jelasnya.

"Beliau sangat mengapresiasi kerja keras Komnas HAM dan juga mengapresiasi kesimpulan yang dibuat Komnas HAM dan akan memberikan arahan yang jelas kepada Kapolri untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM itu yang kami sebut sebagai proses hukum di peradilan pidana nantinya," kata Taufan.

Sebelumnya, Komnas HAM menyatakan tewasnya 4 orang laskar FPI merupakan pelanggaran HAM. Dalam proses itu, ada 6 orang laskar FPI yang tewas dalam 2 konteks yang berbeda.

"Terdapat 6 orang meninggal dunia dalam 2 konteks peristiwa yang berbeda," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam jumpa pers pada Jumat (8/11/2020). (dtik/ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment