PPATK Blokir 89 Rekening Ormas Terlarang FPI, Warganet: Ngga Ada Dana Nasi Bungkus Lagi Dong

Post a comment
Kepala PPATK Dian Ediana Rae

PANTAUSATU.id - Organisasi Masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam (FPI) sejak 30 Desember resmi dilarang negara. Segala bentuk aktivitaspun tidak dibolehkan, termasuk memblokir rekening. 

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae baru-baru ini membekukan rekening ormas terlarang FPI. Dian menyebut ada 89 rekening yang diblokir karena terindikasi terafiliasi dengan ormas terlarang FPI. 

"Ada 89 (rekening FPI dan afiliasinya yang dibekukan)," ungkap Kepala PPATK Dian Ediana Rae, yang dikutip detikcom, Minggu (17/1/2021).

Dian mengatakan jumlah rekening yang dibekukan masih akan terus berlanjut dan terus ditelusuri aktivitasnya. 

"Mudah-mudahan tidak lama lagi selesai (pemeriksaan rekening FPI)," lanjutnya.

Dian mengatakan hasil pemeriksaan rekening-rekening lain yang terus ditelusuri belum bisa dibuka ke publik karena ada aturannya. 

"Hasil pemeriksaan tidak boleh kita info ke publik. Sesuai Undang-Undang akan kita serahkan (hasil pemeriksaan rekening FPI) ke aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian," tandas dia.

Diketahui, PPATK sebelumnya telah memblokir sebanyak 68 rekening milik ormas terlarang FPI. 

"Iya betul," kata Dian Ediana Rae, Kamis (7/1). 

Dian menjawab pertanyaan saat dikonfirmasi terkait jumlah 68 rekening yang sudah diblokir.

Rekening yang dibekukan juga terkait FPI dan afiliasinya.

"Belum final (jumlah rekening yang dibekukan). (Ke-68 rekening yang dibekukan) itu atas nama organisasi dan individu-individu terafiliasi," terangnya. 

Terpantau di media sosial twitter, pembekuan rekening yang terafiliasi ke ormas terlarang menjadi perbincangan warganet. Salah satunya dari akun @DiantyYasmin3 dimana sangat mendukung tindakan PPATK tersebut.

"Bertambah, Kini PPATK Sudah Blokir 89 Rekening FPI. Wow rekening nya banyak bgt. Syukurin. Makin merana tuh FPI," tulis @DiantyYasmin3 di akun Twitternya seperti dilihat pantausatu, Minggu (17/1/21).

Tidak hanya berhenti di akun @DiantyYasmin3, netizen lainnya mendukung penuh pekerjaan PPATK untuk memblokir ormas terlarang FPI itu. 

"Bahahaha bnyk bgt bun, makanya skg kok blm ada demo ya 😂😂😂😂, lah sumber nya aja kena blok, mndg ente kadrun beli BI dl, spy tbungan ente g kena blok drun," tulis @Retrost***

"Nggak ada dana buat nasi bungkus lagi dong," tulis @Cintada**

"Wow.. ternyata selama ini tujuan nya hanya ingin tambah isi kantong," tulis @Mhz_Feral**


(pantausatu)

Reactions:
Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Related Posts

Post a comment