Pengacara Ungkap Tersangka Penghasutan Rizieq Tolak Diperiksa soal Kasus Tes Swab

Post a comment
Pengacara Aziz Yanuar

PANTAUSATU.id - Rizieq Shihab dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus tes swab di Bareskrim Polri kemarin sore. Namun, pengacara tersangka penghasutan Rizieq mengaku kliennya menolak untuk diperiksa di kasus tersebut.

"Kalau Habib Rizieq tidak bersedia diperiksa. Jadi pemeriksaan mulai sekitar pukul 15.30 WIB (Jumat 15/1), administrasi beres pas magrib. Jadi beres (administrasi) langsung (nggak diperiksa)," kata Aziz Yanuar pengacara tersangka penghasutan Rizieq saat dihubungi, Sabtu (16/1/2021).

Menurut Aziz, kliennya tersebut menolak diperiksa dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya, dia menyebut tersangka penghasutan Rizieq ingin fokus pada dua kasus yang sebelumnya telah menjeratnya sebagai tersangka.

Rizieq sendiri berstatus tersangka penghasutan dari tiga kasus yang berbeda. Sebelumnya tersangka Rizieq telah ditetapkan tersangka di kasus penghasutan kerumunan di Petamburan dan Megamenduung.

Kembali ke pemeriksaan kasus swab tersangka Rizieq, pihak pengacara menyebutkan kini tersangka Rizieq tengah berfokus pada dua kasus tersebut.

"Beliau sudah menjadi tersangka dalam dua kasus lainnya kan, di kerumunan Megamendung dan pertama kerumunan di Pertamburan yang menjadikan beliau tersangka yang awal dan menyebabkan ditahan. Oleh karena itulah beliau mau fokus di dua kasus tersebut," terang Aziz.

Berbeda dengan tersangka Rizieq, menantunya, Muhammad Hanif Alatas telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di kasus tes swab. 


Diperiksa selama 8 jam, Hanif dicecar 48 pertanyaan oleh penyidik.

Usai diperiksa, Hanif tidak menjalani penahanan. Aziz menyebut polisi menilai kliennya kooperatif sehingga tidak perlu dilakukan penahanan.

Dalam kasus ini, tim penyidik Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Rizieq Shihab; menantu Habib Rizieq, Muhammad Hanif Alatas; dan Dirut RS Ummi Andi Tatat.

Kasus RS Ummi terkait tes swab Rizieq bermula saat Andi Tatat dilaporkan ke polisi. 

Andi Tatat dilaporkan Satgas COVID-19 Kota Bogor dengan laporan bernomor LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA tertanggal 28 November 2020. (dtk/ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment