Mendikbud Angkat Suara Soal Siswa Non Muslim Dipaksa Berjilbab di SMKN 2 Padang

Post a Comment
Ilustrasi siswa sekolah dasar

PANTAUSATU.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim angkat suara terkait siswa non muslim dipaksa memakai jilbab di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat. 

Nadiem mengatakan, sekolah dilarang bikin aturan sendiri apalagi memaksa siswa untuk mengikuti peraturan agama tertentu.

“Maka, sekolah tidak boleh sama sekali membuat peraturan atau imbauan kepada peserta didik untuk menggunakan model pakaian kekhususan agama tertentu sebagai pakaian seragam sekolah,” kata Nadiem, dalam keterangan video, Minggu (24/1/2021). 

“Apalagi jika tidak sesuai dengan agama atau kepercayaan peserta didik,” sambung Nadiem. 

Sebelumnya Nadiem dicolek pegiat media sosial Denny Siregar dimana beredar video viral siswa non muslim dipaksa berjilbab di sekolah negeri di Padang. 

Denny menilai sekolah negeri yang memaksakan siswanya untuk berjilbab adalah pelanggaran hak asasi manusia.

"Sekolah negeri adalah sekolah untuk semua agama, bukan sekolah agama. Memaksakan pemakaian jilbab di sekolah negeri, apalagi untuk yang non muslim, adalah pelanggaran hak asasi manusia. Betul, kan mas @nadiemmakarim, sentil Denny Siregar di akun Twitternya, Jumat (22/1/2021).

Netizen @KeynaWu juga menyayangkan insiden yang tak pantas dan memalukan sesama antar umat beragama.

"Saling menghargai antar umat beragama itu. Semangat untuk yg non muslim, jangan berkecil hati ,sbb kita saudara," tulis @KeynaWu.

Warganet @sleepylikehell mengatakan sekolah seharusnya bisa menunjukan sikap yang bersahabat.

"Jelas2 di tiap kelas ada pancasila bhineka tunggal ika. Kok ga ada toleransi," tulis @sleepylikehell.

Diberitakan, viral video di sosial media, memperlihatkan percakapan salah seorang orang tua siswa Eliana Hia dengan pihak sekolah SMK Negeri 2 Padang. 

Eliana dipanggil pihak sekolah karena anaknya, Jeni Cahyani Hia tidak mengenakan jilbab. 

Jeni tercatat sebagai siswi Kelas IX pada Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP)) di sekolah itu. Ia tidak mengenakan jilbab karena bukan muslim. 

Dalam debat nampak orang tua non muslim diminta anaknya memakai jilbab oleh pihak sekolah. 

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan (sekolah) negeri," sebut video yang viral. 

Namun pihak sekolah mengklaim sudah melakukan persetujuan antar orang tua terkait adanya aturan tersebut.

"Ini tentunya menjadi janggal bagi guru-guru dan pihak sekolah ketika ada anak yang tidak ikut peraturan sekolah. Kan di awal kita sudah sepakat," kata Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Zikri.

Elianu yang non muslim, selaku siswa yang menolak diminta menggunakan jilbab mengadu dengan melakukan aksi merekam peristiwa itu. 

"Kejadiannya kemarin, sebagaimana video siaran langsung saya itu," kata Elianu. (ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment