Komika Pandji Sebut Masyarakat Lebih Pilih FPI daripada Muhammadiyah, Simpatisan: Kita Mah Woles

Post a comment
Pandji Pragiwaksono

PANTAUSATU.id - Omongan komika Pandji Pragiwaksono yang menyebut ormas FPI menjadi pilihan masyarakat dibandingkan dengan Muhammadiyah masih menjadi perbincangan publik di media sosial. 

Pandji omongannya yang sekilas mendukung ormas terlarang FPI ditanggapi dari warga Muhammadiyah Garis Lucu dengan akun @MuhammadiyinGL. 

Ketika followernya bertanya apakah Muhammadiyah marah terkait hal itu. Akun @MuhammadiyinGL dengan santai menjawabnya.

"Nggak kok kak. Kita mah woles. 😊," kata akun @MuhammadiyinGL seperti dilihat pantausatu, Kamis (21/1/2021).

Sebelumnya telah beredar sebuah video Pandji Pragiwaksono di media sosial yang menjadi sorotan publik. 

Dalam video, terlihat Pandji lagi membandingkan ormas NU dan Muhammadiyah jauh dari masyarakat. 

"NU dan Muhammadiyah terlalu tinggi dan elitis, warga tuh justru gak kesitu. Warga tuh ke nama-nama besarnya FPI," kata Pandji Pragiwaksono di video tersebut.

Pegiat media sosial Denny Siregar angkat suara. Denny menasehati Pandji untuk menjaga omongannya tentang NU dan Muhammadiyah.

"Mas @pandji ini dasar pemikirannya darimana? Apa cuma denger ceritanya orang FPI doang ? Hati2 lho, @nahdlatululama dan @muhammadiyah bisa tersinggung dengar ucapan begini..," kata Denny Siregar di akun Twitternya, Rabu (20/1/2021).

Sejumlah warganet lain ramai-ramai mengomentari pelawak Pandji Pragiwaksono yang sudah mengabaikan peran besar ormas NU dan Muhammadiyah di kolom replynya Denny Siregar. 

"Yaelah masa lupa, doikan rombonganya penjual ayat & mayat waktu Pilgub DKI & hasilnya gabener, jadi ga anehlah," tulis @BogaAndis.

"Dia komika stand up, biasa cari rating dgn cara2 gitu," tulis @HermanAlimin.

"Semenjak jd tim suksesnya AB & SU, sy males nonton Standup Comedy yg mengontraknya sbg juri," tulis @aritj. 

Masih di kolom replynya Denny Siregar, Pandji Pragiwaksono sempat membalas nasehat Denny Siregar yang kalau ucapannya itu bukan darinya. 

"Padahal di artikelinya dikasi tau bhw itu bukan ucapan gue 😅😅😅😅 Gue mengutip ucapan Pak Thamrin Tomagola, sosiolog. Tapi ya gmn? Banyak org lebih seneng bikin kesimpulan utuh atas informasi sepotong," bantah Pandji di akun Twitternya Denny Siregar. (ps)

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment