Begini Reaksi Kementerian ATR Digugat Tommy Soeharto Rp 56 Miliar

Post a comment
Tommy Soeharto


PANTAUSATU.id – Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) mengangguat pemerintah. Adapun pihak tergugat salah satunya adalah Kementerian ATR/Badan Pertanahan Nasional RI dengan nilai gugatan sebesar Rp 56 miliar.

Staf Khusus Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Tengku Taufiqulhadi, mengatakan memang lahan dan bagunan Tommy Soeharto dilewati fasilitas umum yakni Tol Antasari-Depok.

“Itu adalah kasus lama bukan kasus pengadilan. Ini masalah ganti rugi karena rumah dan lahan Pak Tommy ini dilewati oleh fasilitas umum yaitu Jalan Tol Antasari-Depok,” ujar Taufiqulhadi kepada, Senin (25/1).

Taufiqulhadi menambahkan, sebenarnya lahan yang diminta ganti rugi tersebut adalah lahan sengketa antara Tommy Soeharto dengan pihak lain. Namun pemerintah tidak bisa menunggu terkait putusan dari sengketa antara Tommy Soeharto dengan pihak lain.

“Rumah dan lahan tersebut masih di dalam sengketa. Sengketa antara Pak Tommy dengan yang lain. Karena jalan tol harus dibuat cepat tidak bisa menunggu sengketa Pak Tommy dengan yang lain tersebut sampai selesai,” katanya.

Namun demikian, politikus Partai Nasdem ini mengatakan, gugatan yang dilakukan oleh Tommy Soeharto adalah wajar.

“Nah langkah kita dalam gugatan Pak Tommy sekarang kami dari ATR BPN menganggap yang dilakukan Pak Tommy ini adalah sesuatu yang wajar. Kenapa karena hak konsititusional mencari keadilan. Maka apa yang dilakukan sekarang ini sah dan wajar saja,” ungkapnya.

Kementerian ATR juga bakal mengikuti proses yang ada dalam sidang gugatan yang dilakukan oleh Tommy Soeharto ini.

“Iya kalau memang itu pemerintah dan dalam hal ini salah satunya ATR yang digugat, maka kami akan mengikuti proses hukum dan kami akan hadir,” ungkapnya.

Pemerintah juga akan menyiapkan bukti-bukti yang ada terkait gugatan Tommy Soeharto sebesar Rp 56 miliar ini. “Kan semuanya telah ada buktinya, semua ada dokumen kalau diminta,” tuturnya.

Sebelumnya, pengusaha nasional sekaligus putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, menggugat pemerintah Indonesia sebesar Rp 56 miliar.

Gugatan tersebut dilakukan karena salah satu aset bidang tanah dan bangunan miliknya terkena gusuran proyek pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari yang berada di Cilandak, Jakarta Selatan.

Properti milik Pangeran Cendana tersebut adalah bangunan kantor seluas 1.034 meter persegi, pos jaga seluas 15 meter persegi, bangunan garasi seluas 57 meter persegi, dan tanah seluas 922 meter persegi.

Ada 5 tergugat dalam gugatan yang dilayangkan Tommy Soeharto di PN Jakarta Selatan antara lain:

1. Pemerintah RI cq Kementerian ATR/Badan Pertanahan Nasional RI cq Kanwil BPN DKI Jakarta cq Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan

2. Pemerintah RI cq Kementerian PUPR cq Kepala Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalan Tol Depok-Antasari

3. Stella Elvire Anwar Sani

4. Pemerintah RI cq Pemda DKI Jakarta cq Pemerintah Wilayah Kecamatan Cilandak

5. PT Citra Waspphutowa 

(jpc/ps). 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a comment