Warganet Sindir JK Ingin Undang Kelompok Teroris Taliban ke Jakarta: Mau jadi Bandar Narkoba

Post a Comment
Taliban bersama JK


PANTAUSATU.id
- Terpantau di media sosial, sejumlah warganet menyindir mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tak kala melakukan tandang ke markas kelompok Teroris Taliban di Afghanistan. JK mengundang Taliban ke Jakarta yang entah untuk acara apa.

Akun @4Y4NKZ memposting sebuah berita tapi dengan caption sindiran ke Jusuf Kalla soal kelompok Taliban yang terciduk produk narkoba.

"Jadi pak JK mau bawa bandar opium dan narkotika ke jakarta?," tulis @4Y4NKZ, Minggu (27/12/2020).

Kolom reply akun itupun dikerubutin netizen lainnya yang juga tidak menyangka dengan langkah politik Jusuf Kalla. 

"Jharlie Khaplin kebablasan.. tapi kok bisa dia ke afganistan atas nama negara ? apakah order wapres?," tulis @Learn***.

"Butuh analisa lebih dalam, maksud dan tujuan ybs itu...masih misteri," tulis @Jujur__Dong.

"Baguslah... Biar indonesia tdk hanya mabuk agama, tapi mabuk heroin juga 😁😁😁," tulis @koTkacendra***.

Diberitakan Jusuf Kalla baru-baru ini mengunjungi negara Afghanistan untuk urusan perdamaian di negara tersebut, Rabu (23/12/2020).

Pemerintah Afghanistan meminta Jusuf Kalla fasilitasi Taliban ke Jakarta untuk dialog soal konsep pemerintahan Islam. 

Gerakan Pemuda Taliban atau kelompok Teroris Taliban

Kata taliban ada bentuk jamak dari kata thalib (pelajar) menurut bahasa Bastuniyah. Maksud kata tersebut adalah (Kumpulan) para pelajar disekolah sekolah Agama yang tersebar di Afganistan. 

Sekolah-sekolah tersebut adalah cabang sekolah Agama yang ada di Pakistan dan India yang menganut Paham Deobandi Sufi. Kelompok Taliban notabene berpemahaman Sufi Maturidi.

Gerakan ini mendapatkan pujian dan sanjungan dari tokoh tokoh al Qaedam seperti Usamah Bin Laden, dalam siaran al jazeera 20/09/2001.

Dia berkata, kami menyeru kaum Muslimin agar membantu negeri ini (Taliban) dengan segenap kekuatan, kemampuan, dan pikiran serta harta dan zakatnya. sebab, dengan izin Allah ta'ala negeri tersebut menjadi gambaran bendera Islam. 

Sulaiman Abu Ghaits, juru bicara resmi Al Qaedam dalam surat kabar al Wathan al Quwaitiyah menegaskan bahwa undang undang hukum dinegara negara Islam adalah Undang Undang Kafir, Kecuali Undang Undang hukum di Afganistan.

Sungguh aneh pernyataan para tokoh al Qaeda bahwa Gerakan Taliban adalah satu-satunya gerakan yang memberlakukan Syariat dan Undang Undang Islam. 

Sebab, faktanya banyak sekali kuburan dan kuil yang di ibadahi disamping ibadah kepada Allah ta'ala oleh orang-orang Taliban. Bahkan, sampai pada tingkatan bertabaruk (mencari berkah) dari kuburan relawan-relawan al Qaeda yang terbunuh di Afganistan. 

Manakah Syariat Islam yang katanya mereka berhukum kepadanya? (ps) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment