Terseret Korupsi Dana Bansos Corona, Netizen: Menteri Juliari Layak Dihukum Mati

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara


PANTAUSATU.id
- Keriuhan korupsi dana bantuan sosial dalam bentuk sembako untuk rakyat dampak virus Corona kian disorot masyarakat di media sosial. Salah satunya akun anonim @partaisocmed yang menurutnya pelakunya layak dihukum mati. 

Sebab, bantuan yang seharusnya rakyat dapatkan, ternyata dikorup oleh pejabat sekelas Menteri. Menteri Sosial Juliari mengkorupsi bansos Covid-19.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam keterangan persnya merilis bahwa Menteri Sosial Juliari Peter Batubara ditetapkan sebagai tersangka korupsi bantuan sosial sebesar Rp 17 miliar.

Akun @partaisocmed meskipun dulunya pendukung Jokowi, tapi soal ini dirinya sangat geram dan menyebut kader PDIP itu pantas dan layak dihukum mati. Akun legendaris itu beralasan ulah Juliari telah menyunat hak rakyat sudah tidak bisa ditolerir.

"Mengapa kader PDIP Juliari Batubara layak DIHUKUM MATI? Karena banyak rakyat yg tidak mendapat haknya akibat ulahnya," tulis @partaisocmed, seperti dilihat pantausatu, Minggu (6/12/2020). 

Akun itu juga mengungkapkan bahwa sangat menyayangkan ternyata anggaran Corona itu berasal dari hasil utang.

"Dan anggaran penanganan Covid-19 itu berasal dari utang yg akan dibayar anak cucu kita," ungkapnya.

Cuitan @partaisocmed mendapat beragam respon dari para netizen lainnya.

"Dukung!!! Perang lawan korupsi ga boleh setengah2,apalagi korupsi dana bansos.asu tenan wong iki," tulis @damarwidi99.

"Nggak cukup kalau cuma hukuman mati,prlu jg dimiskinkan," tulis @bocahningrat00.

"Dan ProNKRI akan kerja keras mendukung penjara seumur hidup," tulis @W_Simbisa.

Perlu diketahui beberapa bulan yang lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan dihadapan DPR RI bahwa negara berutang sebanyak Rp1.439,8 triliun untuk membiayai penanganan Pandemi Corona. 

Sumbernya dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1.289,3 triliun plus penarikan pinjaman Rp150,5 triliun. Dari lelang pasar domestik dan luar negeri sekitar Rp 856,8 triliun.

"Terdiri dari SBN valas Rp132 triliun, SBN ritel Rp60 triliun, private placement Rp10 triliun, sisanya dari lelang SBN dua mingguan dan SUN konvensional serta sukuk," ucap Sri Mulyani dalam rapat virtual bareng Komisi XI DPR, yang dikutip laman cnnindonesia, Rabu (6/5/2020).

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD pernah ngucap korupsi dana bansos dihukum mati. (pantausatu) 

REKOMENDASI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel