Provokator Rizieq Shihab Resmi Ditahan Polisi Kasus Biang Kerumunan Massa Ditengah Pandemi Corona

Rizieq Shihab gunakan baju orange


PANTAUSATU.id
- Pemimpin FPI Rizieq Shihab resmi ditahan polisi perkara kasus provokator biang kerumunan massa ditengah Pandemi Corona. Mantan napi itu ditahan lantaran melanggaran protokol pasca balik dari Arab Saudi. 

Rizieq Shihab dikenakan pasal pasal 160 dan 216 tentang Kekarantinaan. 

Kadiv Humas Polri Pol Argo Yuwono, Minggu (13/12/2020), mengungkapkan menahan Rizieq Shihab dijebloskan penjara hingga 31 Desember 2020. 

Perlu diketahui, Rizieq Shihab sering berurusan dengan aparat kepolisian. Jika di akumulasikan, Rizieq menciptakan hatrick penjara, jaman Presiden Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono dan kini Joko Widodo-Ma'ruf.

Jaman Presiden Megawati Soekarnoputri

Pada masa Pemerintahan Megawati periode tahun 2001-2004, Rizieq Shihab pernah kena kasus demonstrasi di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta. Rizieq jadi tersangka karena menghasut, menghina serta menyebarkan kepada negara dan institusi kepolisian. Belakangan diketahui Rizieq Shihab anti Amerika Serikat.

Tahun 2002, Rizieq Shihab juga kena kasus pengrusakan dan penyerbuan di lokasi tempat hiburan di Jakarta bersama anak asuhnya FPI, yang terjadi di bulan Oktober. 

Rizieq Shihab akhirnya ditetapkan tersangka oleh Kapolda Metro Jaya dan ditahan karena melanggar pasal 160 KUHP tentang Penghasutan. 

Namun Rizieq Shihab menolak untuk ditahan. Polisi lalu memanggilnya untuk menghadiri persidangan pada 7 Maret 2003. Rizieq Shihab tak mengindahkan pemanggilan tersebut. Begitu juga dengan pemanggilan kedua 9 Maret 2003. 

Rizieq Shihab sempat kabur ke Malaysia tanggal 8 Maret, sampai akhirnya dijemput pulang pada 20 April 2003. Selanjutnya, pentolan FPI itu meringkuk dalam penjara selama 7 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Era SBY

Pada Era Susilo Bambang Yudhoyono 2004-2014, kembali Rizieq Shihab membuat keonaran dengan modus yang sama yaitu penghasutan dan kebencian kepada negara. 

Sepanjang 2004 hingga 2006, Rizieq Shihab bersama FPK melakukan aksi kekerasan dengan pengrusakan tempat hiburan di Jakarta. Bahkan di bulan Ramadhan juga dilakukan penutupan paksa warung yang buka dengan dalil mengganggu orang puasa.

Dan yang mencolok kasus yang menimpanya pada 2008. Rizieq Shihab dengan FPI nya dengan semena-mena melakukan aksi kekerasan pengeroyokan terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada sebuah acara aksi damai di Monas 1 Juni yang bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila. 

Rizieq Shihab melanggar pasal 170 dan pasal 55 KUHP lalu divonis bersalah 1,5 tahun penjara oleh pengadilan negeri Jakarta Pusat pada 31 Oktober 2008 perkara kasus kerusuhan dan pengeroyokan di Monas Jakarta. 

Jaman Joko Widodo

Perbuatan dan tindak tanduk Rizieq Shihab yang suka mengajak kebencian ke Pemerintah kian menjadi-jadi di jaman Presiden Joko Widodo atau Jokowi 2014-2024.

Berawal dari Pilkada DKI Jakarta, pengikut Rizieq Shihab mengangkat isu penistaan agama oleh Gubernur DKI Ahok. Ahok didemo Rizieq Shihab bersama FPI supaya aparat kepolisian menangkapnya. Alhasil, Ahok masuk penjara selama setahun lebih. 

Tahun 2017, Rizieq Shihab juga melakukan pelecehan terhadap lambang negara burung Garuda. 

Sukmawati Soekarnoputri yang melaporkan Rizieq Shihab karena sudah memplesetkan Pancasila dengan Pantatcina. Namun kasus itu dihentikan lantaran tidak cukup bukti.

Ditahun yang sama, Rizieq Shihab tersandung persoalan wanita. Sempat viral di media sosial, Rizieq Shihab diduga melakukan pencabulan dengan seoranf wanita bernama Firza Husein. 

Kasus itu semakin trending setelah situs baladacintarizieq.com tangkapan layar chat mesum Rizieq Shihab dengan Firza Husein. 

Dalam postingannya menampilkan gambar Firza Husein telanjang sesuai permintaan Rizieq Shihab dalam percakapannya. 

Polda Metro Jaya akhirnya menghukum keduanya sebagai tersangka dalam kasus chating WhatsApp tersebut lantaran berkonten pornografi. 

Meskipun begitu, keduanya tidak ditahan polisi. Atas ditetapkan sebagai tersangka, Rizieq Shihab kabur ke Arab Saudi ketika dimintai keterangan kasus tersebut selama 3 tahun lebih. 

Terbaru, tahun 2020 ini, Rizieq Shihab kembali tersandung masalah lantaran mengundang kerumunan massa ditengah Pandemi Corona. Rizieq Shihab membuat acara Maulid Nabi dimana pengumpulan massa yang berpotensi menyebarkan virus Corona. (pantausatu)  

REKOMENDASI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel