Lengkap! Ini Rekonstruksi FPI Menyerang Polisi: Ada 4 TKP dengan 58 Adegan

Post a Comment
Polisi lakukan Rekontruksi kejadian penyerangan FPI 


PANTAUSATU.id
- Bareskrim Polri gelar rekonstruksi kejadian FPI menyerang polisi di Tol Jakarta-Cikampek. Atas insiden tersebut, 6 anggota FPI tewas ditangan polisi yang terus melawan. 

Adapun 6 Anggota FPI yang tewas yaitu 

1. Akhmad Sofian, 26 tahun

2. Muhamad Suci Khadafi Poetra, 21 tahun

3. M Reza, 20 tahun

4. Faiz Ahmad Syukur, 22 tahun

5. Luthfi Hakim, 24 tahun asal Cengkareng, Jakarta Barat

6. Andi Oktaviawan, 33 tahun asal Cengkareng, Jakarta Barat

Atas kejadian itu, polisi gelar adegan ulang yang dilaksanakan pada hari Minggu 13 Desember 2020 tengah malam. 

Hadir gelaran reka ulang tersebut yang dipimpin Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra yaitu Karo Paminal Polri Divpropam Brigjend Hendra Kurniawan, Kadib Propam Brigjen Ferdy Sambo, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, dan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, serta Benny Mamoto dari Kompolnas.

Berikut hasil lengkap rekonstruksi penyerangan FPI ke anggota aparat kepolisian di 4 TKP. 

Rekonstruksi penyerangan FPI ke Polisi


TKP pertama di dekat Bundaran Novotel

Pada tempat kejadian perkara (TKP) ini ada aksi kejar-kejaran 3 mobil. Anggota FPI naik mobil Avanza Silver dan Chevrolet spin abu-abu. Sedangkan polisi naik Avanza Silver. 

Dalam reka ulang, mobil FPI memepet mobil polisi dari kiri, setelah itu kabur. sementara mobil FPI lain berusaha menghalang-halanginya. Di kejadian ini 2 anggota FPI tewas.

"Di pintu keluar Karawang Timur sepanjang jalan menuju TKP ini sebuah mobil Chevrolet spin abu-abu dan Toyota Avanza Silver diduga rombongan MRS menghalangi mobil Avanza Silver petugas," ungkap penyidik melalui pengeras suara. 

Mobil FPI yang menghadang polisi berhenti lalu keluar 4 orang menyerang aparat kepolisian. 2 orang memakai senjata tajam lalu menghajar kaca dan kap mobil petugas kepolisian. 

Polisi kemudian beri peringatan dengan memintanya untuk jangan bergerak. "Polisi, jangan bergerak," kata penyidik dalam adegan menirukan. 

4 anggota FPI langsung balik ke mobilnya dan tetiba menembakan senjata ke arah petugas sebanyak 3 kali. Polisi membalas tembakannya. 

Tak lama kemudian, mobil FPI Chevrolet tancap gas meninggalkan mobil petugas kepolisian.

TKP kedua di jembatan Badami, Margajaya, Karawang

Reka adegan ini sambungan dari TKP pertama, polisi memacu kendaraannya mengejar mobil Chevrolet FPI menuju jembatan Badami, Margajaya, Karawang. 

Polisi terus berusaha menyalip dalam aksi kejar-kejaran tersebut. Mobil polisi kembali mendapat serangan tembakan dari balik kaca mobil Chevrolet FPI sebelah kiri. Polisi kemudian membalas tembakannya. 

Pada rekonstruksi TKP kedua, petugas tidak berhasil mengejar mobil FPI lantaran terganggu mobil truk yang mau belok. 

Anggota FPI tiarap lalu dibawa


TKP ketiga di Tol Jakarta-Cikampek KM 50

Di TKP ketiga, polisi melanjutkan pengejaran yang sempat tersendat karena mobil truk. Pengejaran polisi masuk Tol Jakarta-Cikampek. 

Ketika Mobil FPI Chevrolet mau keluar Tol, rupanya lama karena terhalangi mobil Corolla. Sebelumnya sempet melipir karena ban kempes. Mobil polisi yang mengejarnya tiba di pintu keluar tol kemudian mendekati mobil FPI. 

"Mobil terhenti petugas turun dari mobil lalu menuju ke mobil pelaku untuk pengamanan," ungkap penyidik. 

Polisi minta anggota FPI itu menyerah. "Petugas perintahkan pelaku menyerah, diminta tiarap," ujar penyidik. 

Polisi lalu memeriksa kendaraan FPI Chevrolet. Didapatkan 2 pucuk senjata api dengan masing-masing 10 peluru. 

Kemudian didapati pula ketapel, satu celurit, tongkat kayu, samurai dan pedang. Bantuan 2 polisi datang ke lokasi lalu membawanya. 

TKP keempat di KM 50 + 200 di Tol Jakarta-Cikampek

Di perjalanan, anggota FPI yang dibawa polisi melakukan perlawanan di dalam mobil dimana berusaha merebut senjata petugas kepolisian. 

"Dalam perjalanan tidak jauh jaraknya, dari KM 50 rest area sampai KM 51,2 terjadi penyerangan atau mencoba merebut senjata anggota. Terjadi percobaan untuk merebut senjata anggota dari pelaku yang ada dalam mobil," ucap Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian.

Polisi melakukan pembelaan diri. Polisi lalu menembakan ke 4 anggota FPI yang menyerangnya. 

"Di situlah terjadi upaya dari penyidik yang ada dalam mobil untuk melakukan pembelaan. Sehingga keempat pelaku dalam mobil mengalami tindakan tegas dan terukur dari anggota yang ada dalam mobil," tegasnya.

Diketahui Keempat anggota FPI yang diangkut polisi mengendarai mobil Daihatsu Xenia untuk dibawa polisi ke Polda Metro Jaya.

Pendapat Kompolnas

Ketua harian komisi kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto yang menyaksikan langsung rekonstruksi penyerangan FPI ke Polisi mengapresiasi kinerja petugas aparat. 

"Terimakasih sudah mengundang kompolnas untuk ikut menyaksikan jalannya rekonstruksi. Rekontruksi adalah bagian Penyelidikan," ungkap Benny Mamoto di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin (14/12/2020). 

"Ini kiranya menjadi pemahaman kita bersama apa yang sesungguhnya terjadi," lanjutnya.


Kata Komnas HAM 

Sementara dari Komnas HAM memberi penilaian yang berbeda terhadap insiden tersebut. Meski tidak hadir pada gelaran rekonstruksi tersebut. 

Komisi Nasional hak asasi manusia (Komnas HAM) mengklaim punya bukti kejadian tewasnya 6 anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. 

"Sepertinya yang mendapatkan bukti duluan di lapangan Komnas HAM. Bukti yang menunjukkan semakin terang dan detailnya peristiwa tersebut yang bisa kita lihat, yang bisa kita pegang," ucap Komisioner Komnas HAM Choiron Anam di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (14/12/2020). Namun, Choiron Anam tidak merinci bukti-bukti tersebut.

Komnas HAM malah memanggil Kapolda Metro Jaya untuk dimintai penjelasannya.

Terpantau di media sosial, kejadian penyerangan anggota FPI ke Polisi menjadi sorotan publik. Salah satunya aktivis medsos Denny Siregar. 

Denny Siregar menyinggung Komnas HAM yang tidak mau hadir di reka ulang tewasnya 6 anggota FPI.

"Lucu emang @KomnasHAM ini.. Diundang rekonstruksi gak mau datang, tapi malah manggil2 Kapolda untuk mereka periksa. Apa mau bikin laporan sesuai sudut pandang mereka sendiri ?," kata Denny Siregar, Senin (14/12/2020).

Kritikan Denny Siregar ke Komnas HAM mendapat respon netizen lainnya. 

"Naah... Komnas HAM ini aneh. Kejadiannya kan mau dikasih tau detail. Ogah dateng ??! 

Kejadian kan juga masih dibahas kok gaya gayaan minta klarifikasi.

Komnas HAM sekalian ajaa ngaku ormas radikal. Gausah malu2," tulis @Widyarenee.

"@KomnasHAM itu cuma lembaga yg mau habiskan uang negara, suruh ikut rekonstruksi biar matanya liat kejadian yg sebenarnya, malah malas2an kayak kebo. Mereka kira pintar hanya mereka saja, masih banyak kale brayyyy....," tulis @GheaKulisolaya.

"Komnas HAM merasa lebih tinggi dari polisi dan mau menang sendiri," tulis @ChBdmn.


Referensi: kompascom, detikcom

(pantausatu)  

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment