KPK Jadikan Mensos Juliari Tersangka Kasus Dana Bansos, Denny Siregar: Lumayan, Ditunggu yang Kakapnya ya..

Post a Comment
Anies dan Novel Baswedan


PANTAUSATU.id
- Ditetapkannya Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebagai tersangka oleh KPK atas kasus korupsi dana bantuan buat warga yang terpapar Corona senilai Rp 14 miliar lebih menjadi sorotan publik. Salah satunya Denny Siregar. 

Pegiat media sosial Denny Siregar menyebut lumayan hasil kinerja KPK yang menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebagai tersangka kasus korupsi dana bantuan sosial Rp 14 miliar lebih.

"Selamat untuk @KPK_RI sudah berhasil menangkap 2 menteri dari 2 partai besar dgn tangkapan yang lumayan..," kata Denny Siregar di akun Twitternya, Minggu (6/12/2020).

Lebih lanjut, Denny Siregar mengingatkan KPK untuk menangkap yang kelas kakap.

"Ditunggu tangkapan yang kakapnya ya, jangan lupa..," ungkapnya.

Kicauan Denny Siregar dikomentari warganet lain yang dukung KPK usut tuntas yang kakap.

"Satu marga pastilah saling bersinergi, kakap tentulah bedah dengan lopster walaupun sama" hidup di laut....🤭," tulis @blambangansaja.

"Jangan coba2 korupsi kalau tidak punya sodara di KPK. 😁😁," tulis @rebon_alus.

"Dipilih....dipilih....dipilih....dipilih........ kasusnya dipilih...dipilih...dipilih.... yang gurih yang gurih.... tapi jangan kelompok "gue" dipilih...dipilih... 😁😁," tulis @IndonesiaR4Y4.

Sayangnya, pegiat Medsos yang pro Jokowi itu tidak menyebutkan detail yang dimaksud ditunggu tangkapan kakapnya siapa. 

Namun jika melihat tweetnya yang disertai foto Anies Baswedan dengan Novel Baswedan serta komentar warganet, menunjukan kepada KPK untuk jangan pilih-pilih bongkar korupsi.

Diberitakan, Pemprov DKI telah mengucurkan uang komitmen sebesar Rp 560 miliar untuk ajang balap mobil Formula E. Kucuran tersebut dilakukan sebanyak 3 kali. 

Pertama pada Agustus 2019 dimana melakukan pembayaran sebesar 10 juta poundsterling melalui dana talangan Bank DKI. Kedua pada bulan Desember 2017 melakukan pembayaran dengan nominal yang sama 10 juta poundsterling. 

Dan yang ketiga pada awal tahun 2020 pembayaran sebesar 11 juta poundsterling melalui dana APBD. 

Adanya serangan virus Corona yang terjadi pada awal 2020, gelaran balap mobil listrik pun menjadi tertunda. Gelaran Formula E itu sendiri rencananya dilangsungkan pada 6 Juni 2020. Namun, Pemprov DKI menunda sampai batas waktu yang belum ditentukan akibat Pandemi Corona. (pantausatu) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment