Rizieq Shihab Pulang 10 Nopember untuk Revolusi Akhlak, Muannas: Revolusi Akal-akalan

Muannas Alaidid


PANTAUSATU.id
- Imam Besar Habib Rizieq Shihab masih menjadi sorotan publik terkait kepulangannya ke Jakarta. Sebab kepulangannya nanti akan membawa misi besar yaitu Rovolusi Akhlak sebagaimana seperti pemasangan baliho besarnya di beberapa tempat di Jakarta.

Pengacara Muannas Alaidid mengomentari rencana tersebut dengan mengatakan kepulangan Rizieq Shihab pada 10 November 2020 mendatang cuma akal-akalan.

"Gawat, Bukan Revolusi akhlak kalo begini tapi Revolusi Akal-akalan," cuit Muannas di akun Twitter pribadinya, Kamis (5/11/2020).

Komentar Muannas itupun  mendapat respon dari masyarakat di media sosial Twitter.

"Bener juga revolusi AHLAK, setau saya AHLAK HRS memang kurang baik, meskipun pake jubah... Jd revolusi utk diri sendiri bukan utk bangsa yg sudah damai," tulis @SuremXXX.

"Revolusi per cabulan," tulis @BudiawanXXX.

"Anjayyyyy........Di usir, tp Bilang nya mau Revolusi, Dasar TUKANG bohong 😆😆😆," tulis @jovicohalimXXX.

"Ada yg bilang reproduksi 😂," tulis @TatangsuherlanXXX.

Sementara itu diketahui, Mahfud MD memberi tanggapan saat ditanya soal Rizieq Shihab pulang. Menkopolhukam itu menjelaskan bahwa kepulangan Imam Besar Rizieq Shihab dideportasi karena pelanggaran imigrasi. Namun, kata Mahfud, Rizieq Shihab tak ingin kepulangannya karena deportasi tapi maunya pulang secara terhormat. 

"Dia itu dideportasi karena melanggar imigrasi. Rizieq Shihab ingin pulang ke Indonesia, tapi tidak ingin dideportasi. Dia ingin pulang terhormat gitu," ungkap Mahfud MD di channel YouTube CokroTV.

Diketahui, Rizieq Shihab sudah beberapa kali rencana bakal pulang ke Indonesia. Terpantau, Pemimpin Front Pembela Islam telah 6 kali gembar-gembor balik Jakarta sejak 2017 lalu. Namun rencana semua itu gagal total. (pantausatu) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel