Haedar Nashir soal Kultus Keturunan Nabi: Tidak Dibenarkan Dalam Islam

Post a Comment
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir


PANTAUSATU.id
- Buya Syafii Maarif menyoroti soal fenomena mendewakan sosok yang mengaku keturunan Nabi. Menanggapi hal itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan kultus tokoh sudah tak perlu dikembangkan di tengah masyarakat egaliter.

"Memang di dalam masyarakat yang tradisional, secara sosiologis, kultus mitos masih kuat. Tapi di masyarakat yang egaliter, hal-hal seperti itu biasanya sudah dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak lagi dikembangkan," demikian disampaikan Haedar dalam keterangan pers secara daring, Senin (23/11/2020).

Dalam konteks tauhid, kata Haedar, Muhammadiyah mengajarkan orang untuk tidak membuat simbolisasi yang bisa menjadi terjebak kepada syirik. Kemudian, di satu pihak juga umat Islam harus menghormati Nabi, karena bahkan Tuhan mengajarkan umat Islam berselawat hanya kepada Nabi, tidak kepada yang lain.

"Jadi simbolisasi yang membuat kita bertentangan dengan nilai-nilai agama ya memang tidak dibenarkan oleh Islam. Nah yang kedua di dalam kehidupan kira itu sekarang ini poinnya adalah para tokoh agama, dari seluruh agama itu sedang ada dalam gerakan menampilkan keberagaman yang lurus dan menampilkan teladan," katanya.

Haedar pun meminta kepada para tokoh dari semua agama untuk lebih mengedepankan komitmen keberagaman tersebut, daripada menonjolkan simbol. Menurutnya, hal itulah yang akan menjadi contoh bagi keberagaman yang maju dan mencerahkan.

"Karena itu Muhammadiyah lebih concern pada bagaimana agama itu dipraktikkan kata sejalan tindakan yang menampilkan perilaku, ucapan langkah dan perbuatan yang membawa kehidupan itu rahmatan lil 'alamin," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menyoroti soal fenomena mendewakan sosok yang mengaku keturunan nabi. Buya menyampaikan pendapatnya yang ditulis akun Twitter @SerambiBuya.

Buya Syafii yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu berpendapat, mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan nabi adalah bentuk perbudakan spiritual.

"Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual," tulis akun Twitter @SerambiBuya seperti dikutip pantausatu, Senin (23/11). (detik/pantausatu) 

Pantausatu
Media mencerahkan juga mencerdaskan

Berita lainnya

Post a Comment