EP Kena OTT Kasus Lobster, Dewi Tanjung Tantang KPK Usut Anies Perkara Duit Siluman Formula E Rp 560 M

Ilustrasi KPK


PANTAUSATU.id
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo saat dari Amerika Serikat di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Jakarta, Rabu (25/11/2020) dini hari. 

Bersama sang istri Iis Rosita Dewi, Edhy Prabowo diduga melakukan tindak korupsi terkait ekspor lobster. 

Terkait hal itu, Politikus PDIP Dewi Tanjung menantang KPK untuk mengusut pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perkara dana siluman yang dipakai untuk penyelenggaraan balap mobil Formula E sebesar Rp 560 miliar. 

"KPK (Komisi Perlindungan Kadrun) Faktanya KPK Lemah dan Buta tuli akan kasus di depan matanya. Yaitu Adanya Dugaan Anggaran siluman di Pemprov DKI dan Kasus Formula E yg mana itu menyeret Gubernur seiman Anis Baswedan dan kelompoknya yg bercokol di Balaikota," tulis Dewi Tanjung di akun Twitternya @DTanjung15, Jumat (27/11/2020).

Lebih lanjut Dewi Tanjung mengatakan nilai korupsi Edhy Prabowo yang Rp 9,6 miliar tak sebanding dengan dana rakyat untuk fee formula yang dibayarkan Pemprov DKI, namun tidak jelas laporannya kemana. 

"Novel OTT nilai korupsi 9,6 Milyar yg melibatkan Eddy Prabowo. Bagaimana kabar uang Comitmment fee Formula E yg di bayar lkan Pemprov DKI senilai Rp 560M. Apakah Novel tidak ingin menyelidiki Uang Tersebut ? Lalu Anggaran2 Siluman Pemprov DKI. Ooh pasti Novel melindungi Anis ya," lanjut Dewi Tanjung.

Selain itu, Dewi Tanjung juga mengkritisi kinerja KPK yang masih ada Novel Baswedan didalamnya yang bekerja tidak profesional yang seolah enggan mengusut Anies Baswedan. 

"Karna Si Novel ini bekerja dengan satu Mata akhirnya KASUS ANGGRAAN SILUMAN DAN FORMULA E yg dilakukan Anis Baswedan Gubernur seiman Tidak NAMPAK sama Si Novel Baswedan. Demi ambisi saudara nya yg Ingin berkuasa, sebagai Penyidik KPK novel bekerja tidak Profesional," ungkap Dewi Tanjung.

Diberitakan, Pemprov DKI telah mengucurkan uang komitmen sebesar Rp 560 miliar untuk ajang balap mobil Formula E. Kucuran tersebut dilakukan sebanyak 3 kali. 

Pertama pada Agustus 2019 dimana melakukan pembayaran sebesar 10 juta poundsterling melalui dana talangan Bank DKI. Kedua pada bulan Desember 2017 melakukan pembayaran dengan nominal yang sama 10 juta poundsterling. 

Dan yang ketiga pada awal tahun 2020 pembayaran sebesar 11 juta poundsterling melalui dana APBD. 

Diketahui, gelaran Formula E itu sendiri rencananya dilangsungkan pada 6 Juni 2020. Namun, Pemprov DKI menunda sampai batas waktu yang belum ditentukan akibat Pandemi Corona. (pantausatu) 

REKOMENDASI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel