Dibalik Viral Tagar #TNITumpasOrmasRadikal

Mayjend TNI Dudung Abdurachman


PANTAUSATU.id
- Tanda pagar atau Tagar #TNITumpasOrmasRadikal  menggema dijabat maya. Warganet ramai-ramai membuat tagar tersebut lantaran ungkapan ekspresi kepada TNI yang dengan gagah berani akan memberangus ormas pemecah persatuan dan kesatuan bangsa. 

Netizen dengan akun @Ch_Chotlmah meluapkan kegembiraannya atas upaya yang dilakukan aparat keamanan negara. 

"Bertahun2 teriak #.TurunkanJokowi yg didapat Turunkan Baliho Rizieq.

Bertahun2 menghasut TNI - polri yg didapat berhadapan dgn TNI.

Nasibmu drun.😂

#TNITumpasOrmasRadikal.

#BubarkanFPI 

#DukungUlamaSantun," tulis @Ch_Chotlmah. 

Warganet lainnya juga mendukung penuh aparat keamanan negara dengan mencopot baliho ilegal.

"Copot copot copot. Copot baliho yg tanpa ijin terpampang di jalan. 

#TNITumpasOrmasRadikal," tulis @dwisetiawanri. 

Netizen lainnya pun beri apresiasi kepada aparat yang dengan tegas menjaga dari ormas yang ganggu stabilitas.

"Apapun ormasnya yang menggangu stabilitas Indonesia harus ditindak tegas

#TNITumpasOrmasRadikal

#TNITumpasOrmasRadikal," tulis @JanuJalu.

Tak kalah menohok netizen yang satu ini, dengan mengatakan FPI Bubarkan saja.

"PANGDAM JAYA: Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Saya katakan, itu (penurunan baliho) perintah saya. Dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yg mengajak revolusi & segala macam.

#TNITumpasOrmasRadikal," tulis @Arrof11.

Diketahui, viral video di media sosial penurunan gambar pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab oleh aparat anggota TNI. 

Pangdam Jaya Mayjend TNI Dudung Abdurachman mengatakan pencopotan baliho Rizieq Shihab adalah atas perintahnya. Dudung menegaskan pasang baliho ada aturannya, tidak seenaknya sendiri.

Siapapun di Republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum. Kalau pasang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat sudah ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia yang paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya," tegas Mayjend Dudung Abdurachman, yang dilihat video viral tersebut, Jumat (20/11/2020). 

Dudung bahkan akan membubarkan ormas FPI yang sudah berani mengatur-atur. "Kalau perlu FPI Bubarkan saja itu, bubarkan," kata Dudung yang disertai tepuk tangan gemuruh anak buahnya. (pantausatu)  

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel