Denny Siregar Sebut Negara Jangan Diam Lihat Ormas Radikal

Denny Siregar


PANTAUSATU.id
- Pegiat media sosial Twitter Denny Siregar mengatakan ormas Islam Radikal jangan dibiarkan begitu saja semena-mena kepada negara. Denny mengatakan negara jangan takut dan harus punya wibawa. 

"Pak @jokowi, bapak sudah tinggalkan banyak legacy spt bapak infrastruktur, bapak rakyat kecil dan banyak lagi. Jangan sampai tertinggal legacy buruk, seperti bapak yang takut pada ormas. Negara harus punya wibawa, jangan diam saja lihat ormas radikal makin hari makin membesar," kata Denny Siregar di akun Twitter pribadinya, Rabu (11/11/2020).

Denny bahkan mencontohkan, apa yang terjadi di negara seperti Libya, Afganistan dan Suriah adalah situasinya sama seperti Indonesia saat ini. Diketahui, kedua negara tersebut mengalami perang saudara hingga kini. 

Kemudian, Denny menjelaskan, kelompok radikal saat mereka sudah besar sudah bisa menyerang balik mematikan. Pada saat sudah sadar, lanjut Denny, ribuan nyawa dipastikan bakal melayang. 

"Suriah, Libya, Afghanistan punya pola awal yang sama dgn Indonesia sekarang. Negara diam dgn berkembangnya paham dan kelompok radikal agama. Pada saat mrk sdh besar, baru dipukul keras. Akhirnya, serangan balik mematikan. Pada saat negara sadar, ribuan nyawa sdh melayang," kata Denny Siregar. 

Pendukung Jokowi itu mengatakan, apa yang terjadi di bandara Soekarno-Hatta merupakan bukti mereka berhasil mendudukinya. Denny tidak membayangkan jika mereka menguasai gedung DPR dan istana. 

 "Jika Bandara, sbg objek vital saja berhasil mrk duduki dgn longgarnya aparat keamanan dan ketidakpunyaan strategi utk amankan simbol negara.. saya bayangkan kelak kelompok itu akan dgn mudah masuk dan kuasai istana negara dan gedung DPR. Api kecil itu bisa membesar," ungkap Denny Siregar.

Diberitakan, Pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab telah kembali ke Jakarta pada 10 November 2020 lalu. Massa pendukungnya sudah berkerumun menunggu kedatangannya sehingga mengakibatkan kemacetan. 

Selain itu, di hari yang sama, keberangkatan pesawat terbang mengalami delay di hampir semua yang telah dijadwalkan pihak bandara. Massa pendukung Rizieq Shihab dikabarkan juga merusak fasilitas yang ada di bandara. (pantausatu) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel